Antisipasi Praktik Politik Uang

Ketua Bawaslu Ingatkan Resiko Pidana Kepada Para RT dan RW

RT - RW Rentan Direkrut Jadi Timses Paslon

Politik  KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 20:58:00 WIB | OLEH:

Ketua Bawaslu Ingatkan Resiko Pidana Kepada Para RT dan RW

Ketua Bawaslu Bangka Selatan, Sahiril.(foto-ist)

RMOL BABEL. Ketua Bawaslu Bangka Selatan Sahiril, mengingatkan resiko yang akan ditanggung siapa saja yang kedapatan terlibat money politik. Hal ini disampaikan nya saat Bawaslu Basel melaksanakan Forum Warga pada Rabu (16/9/20) malam, guna mengajak seluruh elemen di masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan Pilkada serentak tahun 2020. Dalam kegiatan yang digelar di Jalan Mayor Munzir, Kelurahan Teladan itu, Sahiril secara khusus mengingatkan para RT dan RW untuk tidak memilih pasangan calon dengan berlandaskan uang.
Sahirin secara khusus mengingatkan para Ketua RT dan RW jangan sampai dilaporkan karena terlibat money politic atau politik uang. Pasalnya dalam pergerakan tim sukses para kandidat, seringkali menyasar ketua RT dan RW menjadi timses paslon menggerakkan masyarakat untuk memilih calon tertentu. Padahal RT merupakan perangkat pemerintah dalam tingkat terendah yang seharusnya tidak berpihak.

"Mereka juga yang mengetahui kondisi masyarakat nya, jangan sampai RT yang dilaporkan ke Bawaslu karena terlibat money politic, dalam aturan saat ini, siapapun baik pemberi maupun penerima money politic terancam pidana," ujarnya.

Sahirin juga mengingatkan bahwa tupoksi Bawaslu sebagai pengawal sekaligus pengawas Pilkada yang proporsional, salah satunya menindak lanjuti laporan terkait laporan-laporan atas siapaun yang terindikasi terlibat politik uang. Oleh karena itu ia menghimbau agar sekiranya semua perangkat pemerintahan RTdan RW untuk berada di posisi yang netral.

"Para Ketua RT dan RW hendaknya tidak terlibat politik praktis. Tokoh agama tetaplah berada di posisinya, mari kita jaga Pilkada Basel agar berjalan dengan, jujur adil, aman dan damai, pilihlah pemimpin yang bisa membawa Basel menuju lebih baik," himbau Sahiril.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pokja Jurnalis Basel Dedy Irawan mengajak para ketua RT dan RW tidak mudah menyerap informasi yang berbau hoax, fitnah dan isu SARA.

"Bapak-bapak yang aktif menggunakan media sosial, jangan mudah terpancing dengan informasi hoax, fitnah dan isu SARA, cek dan ricek dulu kebenaran dan sumber informasi, tahapan Pilkada ini informasi hoax dan fitnah pasti akan bermunculkan, sehingga mari kita bijak kita bermedia sosial," pesan wartawan senior dari Rakyat Pos ini.

Dedy juga menjelaskan media tetap berada di posisi netral agar dapat memberikan informasi tahapan Pilkada secara utuh dan seimbang.

"Kami memberikan ruang yang sama kepada seluruh paslon Basel, sehingga masyarakat akan mendapatkan informasi yang jelas tentang tahapan Pilkada dan siapa saja calon dan masyarakat dapat menentukan pilihannya dan tentunya tahapan Pilkada saat ini kita sedang mengalami pandemic covid-19, mari tetap patuhi protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan," pungkasnya.[dev]


Komentar Pembaca