Banyak Ditemukan Kerusakan tak Wajar

Kolam Renang Beluluk Masuk Kejati

Mehoa: "Harus Ada Pertanggungjawabannya"

Hukum  KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:07:00 WIB | OLEH:

Kolam Renang Beluluk Masuk Kejati

Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa.(foto-dok)

RMOL BABEL. Setelah sempat disidak oleh Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa pada Rabu (9/9/20) pekan lalu, proyek pembangunan kolam renang Desa Beluluk yang dikerjakan pada 2018 tersebut disebut-sebut sudah masuk Kejaksaan Tinggi Babel. Venue aquatic Porprov Babel ke V tahun 2018 tersebut, didapati dengan kondisi yang memprihatinkan. Selain terlihat tak terurus, bangunan gedung kolam yang sudah mulai semak tersebut juga banyak mengalami kerusakan tak wajar.
Seorang sumber kepada rmolbabel.com Kamis (17/9/20) mengatakan bahwa kondisi gedung kolam renang yang telah menelan dana sebesar Rp 44 miliyar lebih tersebut sangat tidak wajar. Meskipun pembangunan yang sudah berjalan dalam dua tahap tersebut diakui senilai 100 persen pagu dana. Namun usia yang masih seumur jagung tidak setara dengan kerusakan yang ada saat ini.

"Itu sudah diadukan ke Kejati pak. Pengaduannya masuk pada Senin (14/9/20) kemaren. Inti permasalahannya ya kondisi bangunan gedung kolam renang tersebut perlu pengkajian ulang. Janggal sekali rasanya kalau bangunan baru berusia lebih kurang dua tahun, dana yang dihabiskan sebesar Rp 44 miliyar dalam 2 tahap, tapi retak-retaknya sudah di mana-mana. Bahkan ada yang tindingnya menggantung tanpa pondasi. apa memang seperti itu. Coba saja lihat dan datangi lokasinya pak. Sangat mubazir rasanya pembangunan tersebut. Itu lah sebabnya perlu dipelajari oleh peneggak hukum lah, apakah ada penyelewengan dalam proses pembangunannya," jelas sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Sebelumnya, Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa juga menyampaikan kekagetan dan rasa prihatinnya melihat kondisi banguanan proyek multi years tersebut. menurut Politisi wanita PDIP Bangka Tengah ini. Banyak yang harus kembali dipertimbangkan untuk melanjutkan pembanguan kolam tersebut.

"Saya mengetahui ini setelah membaca berita di portal media online terkait kondisi kolam renang ini. Disebutkan kondisinya banyak kerusakana. Kebetulan saya juga tinggal dekat sini. Ternyata begini kondisinya. Banyak sekali rusaknya. Mulai dari dinding yang retak di sana sini, lantai yang retak dan bergelombang, kolam yang tidak terawat, keramik tepian kolam yang lepas dan pecah dan banyak lagi lah. Sedih saya lihat uang rakyat dibuat dengan hasil seperti ini. Harus ada penjelasan dan pertanggung jawaban lah dari pihak-pihak terkait pembangunan ini," tegas Mehoa, Rabu (9/9/20) lalu. 

Sementara itu, Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Babel, Basuki Raharjo, saat dikonfirmasi Kamis (17/9/20) petang, terkait pengaduan soal kolam renang, tidak memberikan balasan.[red]



Komentar Pembaca