Perkara ITE Ayak Bedincak Naik ke Penyidikan

Ayak Bedincak Tunggu Status Tersangka?

Hukum  RABU, 16 SEPTEMBER 2020 , 13:15:00 WIB | OLEH:

Ayak Bedincak Tunggu Status Tersangka?

Diretur Kriminal Khusus Polda Babel, Kombes. Pol Haryo Sugihartono.(foto-net)

RMOL BABEL. Perkara Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menyeret akun atas nama Ayak bedincak, akhir nya naik status penyidikan. Terkonfirmasi dari Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Babel, perkara ini resmi dilanjutkan setelah dilakukan gelar perkara pada awal pekan lalu. Namun pihak Krimsus Polda sendiri belum menetapkan status tersangka kepada pemilik akun. Akun atas nama Ayak Bedincak ini terlilit perkara ITE setelah unggahannya di laman Facebook dilaporkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus Hakim lewat kuasa hukumnya Iwan Prahara pada Kamis tanggal 4 Juni 2020 lalu.
Direktur Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Kombes. Pol Haryo Sugihartono kepada media membenarkan bahwa perkara tersebut sudah naik ke tahap penyidikan. Haryo mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penyidik sehingga menaikkan status perkara tersebut. Namun untuk pemilik akun Ayak Bedincak sendiri masih belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Betul perkara tersebut sudah ditingkatkan ke penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara yang kita lakukan, Sebagai pertimbangannya, terhadap pengaduan tersebut penyidik menyimpulkan telah terjadi peristiwa pidana. Namun untuk penetapan tersangka sementara ini belum" ujar Haryo kepada Rabu, (16/9/20).

Terpisah, kuasa hukum dr Masagus Hakim, Iwan Prahara mengatakan tidak terkejut dan biasa saja dengan naiknya laporan yang mereka laporkan itu ke tingkat penyidikan.

"Dari awal kita memang sudah meyakini bahwa laporan itu akan diproses karena dalam laporan kita sudah menyampaikan bukti-bukti," ujar dia.

Terkait waktu proses laporan yang agak lama, Iwan menuturkan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Pihaknya, kata dia, dapat memaklumi karena penyidik harus memiliki keyakinan dengan meminta pendapat para ahli.

"Dalam perkara ITE memang seperti ini. Banyak ahli yang perlu didengar pendapatnya. Sedangkan ahli tersebut kebanyakan berada di Jakarta. Apalagi di tengah masa pandemi Covid-19 ini kita memaklumi kesulitan penyidik. Yang jelas sejak awal kita sudah yakin penyidik akan profesional," ujar Iwan Prahara. [red]

Komentar Pembaca