Musda KNPI Kota Pangkalpinang Tahun 2020 Penuh Intrik dan Settingan

Aye: Diarahkan Untuk Memenangkan Satu Calon Tertentu

Daerah  MINGGU, 23 AGUSTUS 2020 , 19:57:00 WIB

Musda KNPI Kota Pangkalpinang Tahun 2020 Penuh Intrik dan Settingan

RMOLBABEL

RMOLBABEL. Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kota Pangkalpinang Tahun 2020 diduga adanya setingan dan intrik untuk memenangkan satu calon. Hal ini di ungkapkan Ketua OKP GMPI, Dedi saat melakukan Konfrensi Pers di salah satu Hotel di Pangkalpinang, Minggu (23/8/2020).
"Pelaksanaan Musda KNPI Kota Pangkalpinang Tahun 2020 diduga penuh dengan intrik dan setting yang memang diarahkan untuk memenangkan satu calon tertentu," ujar Aye.

Pasalnya, salah satu calon ketua KNPI Kota Pangkalpinang Firman Rahmadoni tidak bisa ikut sebagai bursa calon ketua KNPI Kota Pangkalpinang dikarenakan Firman kurang satu rekomendasi dari OKP.
 
Dari persyaratan di AD/ART KNPI bahwa setiap calon bisa maju sebagai calon ketua harus mengantongi minimal enam rekomendasi dari OKP. Oleh karena itu, saudara Firman oleh ketua sidang di putuskan tidak bisa ikut sebagai calon ketua karena kurang satu rekom dari OKP.

Lanjut pria akrab disapa Aye ini menilai demokrasi kepemudaan di Kota Pangkalpinang telah ternoda dalam pelaksanaan musda KNPI  tahun 2020 Kota Pangkalpinang. "Sebagai salah satu pengusung salah satu calon ketua KNPI Kota Pangkalpinang Aye 

"Kami sangat kecewa dengan praktek yang tidak sehat ini, karena pelaksanaan Musda KNPI Kota Pangkalpinang diduga syarat dengan pengkondisian," cetus Aye.

Senada Dengan Aye, Nanda Ketua OKP GMP mengatakan bahwa pihaknya mengambil sikap Walk Out dari rapat Musda KNPI 2020 karena pihaknya menggangap bahwa Musda ini memang sudah disetting sedemikian rupa agar calon yang kami usungkan tidak bisa maju sebagai calon ketua di Musda KNPI Kota Pangkalpinang.

"PMI adalah OKP yang tidak terferivikasi sebagai salah satu peserta Musda  tahun 2020 padahal Musda Tahaun 2016 PMI adalah sebagai peserta penuh namun tahun 2020 tidak terdaftar  sebagai salah satu peserta Musda KNPI Kota Pangkalpinang, karena OKP PMI  tidak mengikuti Rapimda KNPI Tahun 2020 sebagai syarat untuk bisa terdaftar sebagai peserta Musda.

Namun demikian, menurut nya, kalaupun OKP PMI tidak terverivikasi sebagai peserta untuk Musda KNPI Tahun 2020, seharusnya panitia memberikan  kesempatan atau pendaftaran kepada calon untuk menganti dengan OKP lain yang  memenuhi syarat agar tercipta keadilan dan bertarung secara jantan.

"Sekalipun calon yang kami usung tidak dapat bertarung dalam kompetisi calon ketua KNPI Kota bukan berarti kami kalah. Bagaimana bisa dibilang kalah bertarung saja belum," ujar Nanda.

"Kami ucapkan selamat kepada saudara Febri  Yanto yang terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Kota Pangkalpinang priode 2020-2023 hasil Musda KNPI 2020 secara Aklamasi. Semoga ketua terpilih dapat merangkul kawan-kawan OKP di Kota Pangkalpinang untuk KNPI Kota Pangkalpinang lebih baik lagi di masa yang akan datang," tukas Nanda. [ina] 


Komentar Pembaca