Siswa dan Guru Pindah Sekolah, Al Bina Sebut Ada Instruksi Parpol Tertentu

Rio Setiady : Tunjukkan Buktinya Kalau Ada Instruksi

Pendidikan  KAMIS, 23 JULI 2020 , 10:48:00 WIB

Siswa dan Guru Pindah Sekolah, Al Bina Sebut Ada Instruksi Parpol Tertentu

FOTO: SDIT Al Bina/Net

RMOLBabel.Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 sebanyak 69 siswa dan 14 guru yang disebut-sebut kader dan simpatisan partai tertentu yang berada Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Bina Pangkalpinang dikabarkan pindah sekolah.
Dewan Pembina Yayasan Islam Bina'ul Ummah Bangka Belitung, Imam Khambali membenarkan kabar tersebut. Imam menegaskan, para siswa dan guru tersebut bukan dikeluarkan oleh pihak sekolah maupun yayasan Al Bina namun justru mereka ditarik oleh kekuatan partai politik tertentu.

"Memasuki tahun ajaran 2020/2021 ini dalam tanda petik ada semacam instruksi kepada guru-guru yang berafiliasi kuat dengan mereka ditarik keluar. Dan beberapa dengan guru yang tidak berafiliasi tapi mempunyai kedekatan juga ditarik keluar dan kemudian ditempat di lembaga pendidikan yang bisa berafiliasi partai itu. Karena anak Ketua DPW, Bendaharanya dan Ketua DPD juga tadinya sekolah disini juga," kata Imam, kemarin di SDIT AL Bina Pangkalpinang.

Dijelaskan Imam,ada upaya yang dikembangan bahwa Sekolah Al Bina adalah milik partai tersebut.Bahkan awalnya Al Bina diklaim milik partai tersebut.

"Kita tidak mungkin memenuhi itu. Ya secara hukum sekolah ini dibawah yayasan dan bukan partai tertentu,"tegas Imam.

Imam mengakui, permasalahan di Al Bina diawali dengan adanya pandangan yang berbeda para pengurusnya dalam berorganisasi. Namun kata dia, sangat disayangkan apabila lembaga pendidikan yang bertujuan mencetak generasi penerus bangsa diseret kearah politisasi pragmatisme.

"Iya namanya berorganisasi yang dalam perjalanannya tidak bisa bersama lagi. Salah satunya adalah di konsep tempat lama itu masuk dalam melakukan intervensi dalam tanda petik melakukan intervensi terhadap akidah-akidah pendidikan. Ya sedangkan kami yang berada disini tidak sepakat dengan pola-pola itu," ungkap Imam.

Terpisah, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera, Rio Setiady membantah adanya intervensi penarikan kader dari Sekolah Islam Terpadu Al-Bina.

"Begini, secara organisasi baik tertulis maupun lisan kami tidak pernah memberikan instruksi baik kepada kader maupun simpatisan untuk menarik diri maupun anak-anak mereka dari SDIT Al Bina. Kalau memang kami ada memberikan instruksi coba tolong tunjukkan buktinya baik berupa secarik kertas atau himbauan. Saya selaku sekretaris wilayah tidak pernah menandatangani surat apapun terkait pindah memindah siswa disana,"kata Rio di DPRD Pangkapinang.

Dikatakannya, bahwa pihak sekolah Al-Bina tidak perlu panik dengan adanya gelombang hijrah siswa ke sekolah yang lain, apalagi dengan mengambing hitamkan kelompok atau institusi tertentu, hal ini jelas tidak elok.

"Saya yakin orang tua atau wali murid tidak akan sembarangan memindahkan anak-anaknya dari 1 sekolah ke sekolah lainnya, pasti sudah dengan pertimbangan yang matang demi masa depan anak-anak mareka. Saya kira sama sekali tidak bisa dipaksa atau diintervensi oleh pihak manapun. Dan keputusan ini sejatinya kita hormati sebagai bentuk pilihan wali murid,"ujar Rio.

Baginya, dengan banyaknya bermunculan sekolah-sekolah swasta yang baru, hal ini tentu akan semakin memperketat persaingan di dunia pendidikan swasta."Berarti setiap sekolah akan berlomba-lomba untuk menjadi lebih unggul dan akhirnya akan diserbu oleh siswa itu sendiri, maka tonjolkanlah kelebihan dan ke-khasan masing-masing sekolah. Setelah itu biarkan masyarakat menentukan pilihannya. Kami di DPRD siap bersinergi dengan pihak lembaga pendidikan swasta dalam memajukan pendidikan di Pangkalpinang. Dan membuka lebar pintu untuk saling berkontribusi positif bagi kemajuan pendidikan,"tutup Rio.[ina/rmb]


Komentar Pembaca