Mengganggu Ketertiban Umum, Warga Minta Stop Aktifitas Cafe Di Kampung Rasau

Daerah  KAMIS, 02 JULI 2020 , 20:41:00 WIB

Mengganggu Ketertiban Umum, Warga Minta Stop Aktifitas Cafe Di Kampung Rasau
RMOL. Keberadaan salah satu cafe di Kelurahan Kejaksaan buat gaduh, Puluhan perwakilan warga Kelurahan Kejaksaan, Kecamatan Taman Sari satroni Gedung Tujung Saji (GTS) Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang.
Adapun dari perwakilan masyarakat tersebut merupakan warga Gang Sahabat, Pelita dan warga Gang An-Nur, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, perangkat RT/RW Kelurahan Kejaksaan setempat yang melibatkan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kejaksaan, Karang Taruna Kecamatan Taman Sari, Babinkamtibmas, Kelurahan Kejaksaan serta pihak Kecamatan Taman Sari.

Oleh karena itu, mewakili masyarakat setempat, pihak Karang Taruna Kecamatan Taman Sari bersama prangkat RT/RW serta BKM Kejaksaan didampingi pihak kelurahan dan kecamatan serta Babinkamtibmas mendatangi Pemkot Pangkalpinang bersama jajarannya melakukan audiensi mengenai hal tersebut.

Saat dikonfirmasi, Ketua Karang Taruna Kecamatan Taman Sari, Firman Aghriby mengatakan atas laporan masyarakat yang terdampak dari keberadaan dan aktifitas cafe yang berada di 'Kampung Rasau' tersebut sejak sebulan terakhir ini sudah membuat resah terlebih mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat setempat.

"Keberadaan cafe ini sudah membuat resah masyarakat sekitar Atas kesepakatan bersama, masyarakat sekitar mendesak Pemkot Pangkalpinang untuk menghentikan aktifitas cafe tersebut," tegas Ketua Karang Taruna Kecamatan Taman Sari, Firman Aghriby, Kamis (2/7/2020) usai melakukan audiensi bertempat di ruang pertemuan Pemkot Pangkalpinang (OR).

Mirisnya lagi, keberadaan cafe tersebut tidak ada izin yang mengetahui pihak dari warga setempat, perangkat RT/RW serta pihak kelurahan dan kecamatan." Kami menunggu komitmen Pemkot dan Tim Pengamanan Aset Pangkalpinang untuk melakukan kaji ulang atas perizinan cafe tersebut, jika memang jelas melanggar maka harus segera di tutup," tukas Firman.

Lurah Kejaksaan, Bambang Irawan membenarkan hal tersebut bahwa keberadaan cafe tersebut sudah menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat sekitar. Terkait itu, pihaknya juga sudah dua kali melakukan teguran kepada pengelolah cafe.

"Memang kondisi nya saat ini sudah tidak teratur dan semraut, ada yang menghadap selatan, ada yang menghadap barat. Dan memang kita ketahui di lokasi tersebut merupakan tempat kuliner bukan tempat Disko," tukas Bambang.

Senada Ketua RT 01/ RW 04, Khairil dan Ketua RT 03 RW 04 Azan Al.Qori menambahkan bahwa pihaknya bersama kelurahan didampingi Babinkamtibmas serta warga sudah pernah mendatangi cafe tersebut hanya tidak pernah di gubris, cuma  dianggap sebagai angin lalu." Kami tidak digubris dianggap seperti tunggul," kesal perangkat RT tersebut.

Sementara, Ahmad Kurnia, perwakilan BKM Kejaksaan mengatakan bahwa keberadaan cafe tersebut jelas ILEGAL, dimana di lihat dari sudat tinjau perizinan di tahun 2020 Pemkot belum mengeluarkan perizinan. Dirinya menilai dari sudut tinjau itu sudah batal demi hukum terlebih sudah banyak gangguan."Jadi izin apapun yang keluar, jika sudah mengganggu itu sudah tidak sah karena mereka sudah menyalahgunaan izin," cetus nya.  

"Jadi keputusan kami, cafe tersebut harus ditutup untuk sementara waktu sebelum ada aturan baru yang disepakati bersama-sama, terlebih clause/klausul nya harus jelas yang melibatkan pihak pertama, pihak kedua serta unsur masyarakat," tukas Ahmad Kurnia [ina]


Komentar Pembaca