Polemik Tim Kreatif Walikota Pangkalpinang

Sarbini: Mutasi ASN Pemkot Pangkalpinang Bukan Karena Pelanggaran Disiplin

Daerah  JUM'AT, 12 JUNI 2020 , 08:13:00 WIB

Sarbini: Mutasi ASN Pemkot Pangkalpinang Bukan Karena Pelanggaran Disiplin

foto/net

RMOL. Dugaan adanya kebocornya data terkait gaji tim kreatif Walikota Pangkalpinang membuat kagaduhan di jajaran ASN Pemkot Pangkalpinang bahkan hingga di kalangan masyarakat belakangan ini.
Pasalnya, sebelumnya pelaksanaan mutasi tersebut dikait-kaitkan adanya dugaan pembocornya data dan honor/gaji Tim Kreatif Walikota oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Pangkalpinang itu sendiri.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pangkalpinang, Srabini memberikan klarifikasi terkait mutasi yang dilakukan Pemkot Pangkalpinang pada (3/6/2020) silam.

Melalui rilis nya, Jumat (12/6/2020) Diskominfo Kota Pangkalpinang menegaskan bahwa informasi yang berkembang bahwa mutasi yang dikaitkan dengan pelanggaran disiplin dan etika jabatan pegawai tersebut tidaklah benar, menurutnya mutasi yang dilakukan Pemkot Pangkalpinang tersebut hanyalah sebagai bentuk penyegaran dalam sebuah jabatan dan itu hal yang biasa.

"Perlu kita luruskan, mutasi ASN pada tanggal 3 Juni lalu, itu murni penyegaran jabatan, dan bukan bentuk hukuman khusus dan tidak ada kaitannya dengan kebocoran data honor/gaji Tim Kreatif Walikota," tegas Sarbini.

Lanjut mantan Staf Ahli Walikota Pangkalpinang itu, bahwa dalam mutasi sebuah jabatan terhadap ASN terdapat tiga kategori yakni promosi, rotasi dan demosi.

Dia menjelaskan, promosi merupakan mutasi pegawai yang dilantik pada jabatan yang lebih tinggi atau kenaikan eselon untuk pejabat struktural, sedangkan rotasi ialah proses mutasi pegawai yang pindah ke jabatan lain yang eselonnya masih sama atau setara. Sementara untuk demosi, ialah mutasi pegawai yang karena telah terbukti melakukan pelanggaran disiplin, sehingga dipindahkan pada jabatan yang satu tingkat lebih rendah atau pembebasan dari jabatan yang dikategorikan sebagai bentuk hukuman disiplin berat sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS.

"Jadi sesuai hasil penelusuran Tim Inspektorat dan OPD terkait  mengenai dugaan pelanggaran pembocoran honor Tim Kreatif Kota Pangkalpinang sampai saat ini tidak ditemukan adanya pejabat yang sengaja bertindak diluar kewenangannya, atau yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat maupun pegawai yang sengaja melakukan hal-hal tergolong pelanggaran kode etik," sambung Sarbini.

Terkait itu, pihaknya  menghimbau kepada siapapun agar tidak memberikan stigma kepada seseorang atau beberapa orang pegawai, sebelum secara nyata, sah dan meyakinkan telah terbukti melakukan pelanggaran disiplin baik ringan, sedang maupun berat." Kepada  pegawai yang dimutasi agar segera menyesuaikan di tempat kerja yang baru dan fokus pada pekekerjaan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing serta tidak perlu gerasa gerusu jika memang tidak bersalah," pungkas Sarbini. 

Komentar Pembaca