Pembagian Sembako Pemkot Dirasa Tak Merata, Rio: Buka Data Penerima Bantuan

Daerah  MINGGU, 26 APRIL 2020 , 22:51:00 WIB

Pembagian Sembako Pemkot Dirasa Tak Merata, Rio: Buka Data Penerima Bantuan

RMOLBABEL

RMOL. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang kritisi pembagian sembako yang di bagikan Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang kepada masyarakat terdampak covid-19.
Pasalnya, pihaknya mendapat banyak sekali keluhan dari masyarakat terkait pembagian yang tidak merata pasca  pembagian paket sembako kepada masyarakat terdampak.

Terkait hal itu, ada beberapa catatan untuk Pemkot Pangkalpinang dalam pembagian paket sembako ini, diantaranya;

pertama, saya tidak paham juga bagaimana mekanisme penentuan penerima, informasinya mereka yang sudah mendapatkan bantuan sebelumnya seperti PKH Raskin, dan bantuan lainnya tidak lagi mendapatkan bantuan tanggap corona/covid-19.

"Kalau menurut saya, sebetulnya tidak ada masalah mereka diberikan juga karena kondisi mereka kemarin itu lebih diperparah dengan adanya corona ini sehingga wajar kalau mereka tetap mendapatkan paket bantuan sembako oleh Pemkot. Bukankah paket yang dibagikan cukup banyak sampai Rp.35.000 berbasis KK, artinya kalau satu KK itu minimal 3 orang bisa mengcover hampir sepertiga masyarakat Pangkalpinang, apalagi jika paket sembako tersebut berjumlah 45.000 paket sebagaimana yang diberitakan," ungkap Rio Setiady, Minggu (26/4/2020).

Kedua, mengapa data penerima bantuan tidak ditempel di kelurahan, ini dapat menjadi referensi para dermawan atau lembaga atau perorangan yang ingin memberikan bantuan kepada masyarakat, artinya mereka bisa mengecek langsung di kelurahan apakah orang yang akan mereka berikan itu sudah mendapatkan bantuan atau belum, agar tidak terjadi tumpang tindih penyaluran.

"Ini akan menjadi sulit ketika data yang dimiliki Pemkot tidak bisa diakses oleh public, sementara ada warga yang merasa tidak mampu namun tidak mendapatkan bantuan, disinilah fungsinya pihak ketiga yaitu swasta ataupun perorangan yang ingin menyerahkan langsung bantuan kepada mereka yang membutuhkan berbasis data di kelurahan sebagai acuan. Jika data ini dibuka tentu akan semakin mudah kita memberikan bantuan secara merata dan tidak tumpang tindih," timpal Rio.

Kendati demikian, pihaknya akan semaksimal mungkin berusaha untuk merendam agar jangan sampai pembagian ini menjadi ricuh dan akhirnya ribut, tapi bila mekanisme pembagian tetap seperti ini saya kira Pemkot harus berpikir panjang apakah nantinya akan memunculkan blunder atau rasa ketidakpuasan di tengah masyarakat.

"Jangan sampai masyarakat kita menjadi ribut hanya gara-gara 5 kg beras," tandas Politisi PKS itu. [ina]


Komentar Pembaca