Roy Suryo Minta Jadwal Untuk Klarifikasi Aset Kemenpora

SBY Keluarkan Ultimatum

Nusantara  MINGGU, 09 SEPTEMBER 2018 , 19:45:00 WIB

Roy Suryo Minta Jadwal Untuk Klarifikasi Aset Kemenpora

Roy Suryo/Net

RMOLBabel. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo berencana menemui pihak Kemenpora.
Kuasa Hukum Roy, Tigor P Nainggolan menjelaskan pihaknya akan mengirimkan surat kepada pihak kemenpora untuk mengagendakan jadwal pertemuan dengan kliennya. Rencananya surat permohonan pertemuan itu dikirim Senin (10/9).

Menurutnya, permohonan pertemuan tersebut untuk mengklarifikasi aset yang masih ditangan kliennya. "Kita akan konfirmasi dan klarifikasi ke Kemenpora terkait aset barang milik negara yang dikatakan dibawa oleh klien kami," ungkap Tigor melalui pesan singkat, Jakarta, Minggu (9/9).

Sebelumnya, dalam surat tertanggal 1 Mei, Kemenpora meminta Roy Suryo mengembalikan barang milik negara. Surat bernomor 5-2-3/SET.BIII/V/2018 itu diteken Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto.

Dalam surat tersebut, Kemenpora menjelaskan alasan permintaan agar Roy Suryo mengembalikan barang setelah tak menjabat Menpora.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono telah memberikan ultimatum kepada Roy Suryo untuk melaksanakan permohonan Kemenpora terkait aset yang belum dikembalikan.

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menjelaskan SBY memberikan Roy tujuh hari untuk menyelesaikan temuan Badan Pemeriksa Keuangan tersebut dan berkordinasi dengan Kemenpora dan BPK.

"Pihak Kemenpora, dan maupun BPK melakukan klarifikasi barang apa saja yang dibawa pulang dan kalau memang dibawa pulang, supaya dikembalikan. Kalau tidak benar dibawa pulang, maka disampaikan ke Kemenpora bahwa ini tidak dibawa pulang," jelas Ferdinand.

Ferdinand menambahkan tenggat waktu tujuh hari tersebut dimulai sejak 7 September lalu. SBY kata Ferdinand berharap masalah tersebut bisa selesai sebelum waktu yang ditentukan.

"Pesan Pak SBY, apabila itu benar dibawa pulang maka Roy Suryo diperintahkan segera mengembalikkan nya kepada Pemerintah," tutup Ferdinand. [nes]

Komentar Pembaca