Jelang Puasa, Jangan Ada Lagi Ikan Terkontaminasi Cacing

Nusantara  JUM'AT, 30 MARET 2018 , 09:40:00 WIB

Jelang Puasa, Jangan Ada Lagi Ikan Terkontaminasi Cacing

Dito Ganinduto/Net

RMOL. Temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) atas 27 merk ikan makarel yang mengandung cacing diharapkan tidak terulang lagi di kemudian hari.
Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto meminta agar ada pemeriksaan terhadap makanan yang ada di pasaran secara berkala. Dengan begitu, diharapkan, semua makanan yang beredar di masyarakat aman.

"BPOM dan Pemerintah Daerah setempat harus proaktif untuk mencegah perdagangan seperti ini. Badan POM harus sering melakukan pemeriksaan dan melakukan evaluasi mengenai kualitas makanan tersebut. Makanan yang mengandung cacing maupun kedaluwarsa ini kan dampaknya kepada masyarakat," jelasnya, Kamis (29/3).

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menduga, ikan makarel yang mengandung cacing tersebut diimpor dari China. Sebab, di Indonesia, tidak ada jenis ikan tersebut.

"Jadi, apabila ada perusahaan importir atau yang terbukti menjual makanan yang mengandung cacing atau makanan kedaluwarsa maka harus diambil tindakan tegas. Sehingga, ke depan tidak terjadi kejadian seperti saat ini," tambah politisi Golkar itu.

Pemeriksaan terhadap makanan yang beredar harus diintensifkan dari sekarang. Sebab, sekitar 1,5 bulan lagi akan memasuki Bulan Ramadan. Dia meminta agar kasus serupa tidak terjadi lagi saat puasa.

"Menjelang Puasa dan Lebaran, tentu kualitas makanan harus betul-betul dapat diawasi dengan baik. Bagi perusahaan yang terbukti melanggar, harus diberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin dan denda," tandasnya. [ian]

Komentar Pembaca