Pemuda Adalah Tulang Punggung Bagi Umat Bangsa Dan Negara

Pelatihan Pemuda Pelopor LSM Peduli Pembangunan Berakhir Di Masjid Raya Tua Tunu

Advertorial  SENIN, 11 DESEMBER 2017 , 09:53:00 WIB

Pemuda Adalah Tulang Punggung Bagi Umat Bangsa Dan Negara

Foto Bersama

RMOL. Program Pemuda Pelopor yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI pada tahun 2017 bersama LSM Peduli Pembangunan berakhir di Masjid Raya Tua Tunu Pangkalpinang, Minggu (10/12).
Sebelumnya, LSM Peduli Pembangunan telah menggelar pelatihan Pemuda Pelopor di empat masjid di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yakni Masjid Baitul Amin, Masjid At-Taqwa, Masjid Baiturrahman dan Masjid Abdul Roqib.

Ketua LSM Peduli Pembangunan Muharam Hidayatullah menyampaikan bahwa pelatihan Pemuda Pelopor yang digelar di lima masjid di Babel, terlaksana dengan baik dengan antusias dari para peserta dan mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan.

"Terbukti dalam setiap kegiatan yang kita lakukan peserta yang hadir selalu full bahkan lebih dari target yang kita tentukan. Misalnya, seharusnya kuota hanya untuk 100 peserta bisa jadi 115 peserta. Dan mereka ini berasal dari berbagai kalangan seperti anak-anak komunitas rohis, pelajar, Irmas, mahasiswa hingga LSM termasuk dari para pengurus masjidnya," jelas Muharam kepada RMOL Babel, Minggu (10/12).



Dengan terlaksananya pelatihan Pemuda Pelopor, Muharam berharap para peserta dapat menjadi contoh yang baik di tengah-tengah masyarakat dan selalu menyiarkan syariat islam.

"Kita berharap dengan pelaksanaan ini, para pemuda akan mampu mewarnai lingkungannya, memotivasi pemuda lainnya untuk kembali memakmurkan masjid dan terus memperluas syiar Islam. Karena pemuda adalah tulang punggung bagi umat, bangsa dan negara. Sebab kalau tulang punggung itu bengkok atau patah, maka rusak dan hancurlah semuanya," ungkapnya.

Ketua Pengurus Masjid Raya Tua Tunu Pangkalpinang Ibrahim mengaku mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dan ia berharap, materi yang telah disampaikan dapat menjadi sumber ilmu dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Sebagai generasi penerus bangsa, maka mari kita kembali ke masjid dan cintai masjid. In Syaa Allah ini lah jalannya untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Makanya, diharapkan pula melalui kegiatan ini semoga bisa ikut memotivasi pemuda yang lain, sehingga dampak positifnya akan terus berkelanjutan," harapnya.

Ustadz Hendi Kurniawan saat menjadi narasumber, mengajak para pemuda untuk menjadi pelopor kebaikan dan harus membiasakan diri untuk memakmurkan masjid.

"Jadilah pemuda yang spesial yang  dicintai Allah SWT. Sehingga bukan malah menjadi pemuda yang kehilangan jati dirinya karena tidak memiliki pondasi yang kuat dalam dirinya, terlebih dalam mengikuti arus deras globalisasi sekarang ini," tutur Ustadz Hendi.

Oleh karenanya Pancasila relevansinya dengan Islam tentu tidak bisa terpisahkan, dimana Pancasila adalah dasar negara. Dengan menyakini hal tersebut, berarti manusia Indonesia adalah orang yang beragama dan tidak akan pernah menyetujui atau mentolelir dengan paham komunis yang tidak mengenal agama.

"Jangan jauhi masjid dan agama, orang yang jauh dari masjid maka hidupnya akan pincang dan tergambar pula dari cara berfikirnya. Karena cara berfikir juga akan menentukan kesuksesan seseorang, sebab yang bisa mengendalikan diri kita adalah pikiran. Demikian pun jika ingin negara ini bagus, maka tentu tidak ada jalan lain selain mengikuti aturan Allah SWT,” lanjutnya.

Ustadz Hendi juga mengingatkan bahwa orang yang memiliki karakter kepemimpinan yang baik dan berpengaruh baik bagi lingkungan sekitarnya, maka Allah akan memudahkan rezekinya.

Bangun lah networking (relasi) seluas-luasnya dan berjamaah, misalnya dalam komunitas berdakwah. Supaya jangan sampai kehilangan pengaruh. Sebab makin besar pengaruh seseorang dalam kebaikan, maka dia pun pasti akan menjadi sosok yang diperhitungkan di tengah umat, bangsa dan negara,” pungkas Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mahabbah Pangkalpinang ini. [Mg6/Adv]


Komentar Pembaca