Pemuda, Jadilah Pelopor Perubahan Positif Di Tengah Umat Dan Bangsa

Advertorial  KAMIS, 07 DESEMBER 2017 , 21:05:00 WIB

Pemuda, Jadilah Pelopor Perubahan Positif Di Tengah Umat Dan Bangsa

RMOLBabel

RMOL. Kementerian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora) RI melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Pembangunan menggelar Pelatihan Pemuda Pelopor bertajuk Sinergitas Dualisme Pandangan Berbangsa, Bernegara dan Beragama.
Pelatihan roadshow ketiga yang berlangsung pada Selasa (5/12) di Masjid Baiturrahman Desa Baturusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ini merupakan kegiatan kali ketiga yang telah digelar oleh LSM Peduli Pembangunan.

Hadir dalam kesempatan ini Ketua Panitia Pelaksana Pandi Renaldy, Ketua Masjid Baiturrahman Zaironi Jakpar, narasumber dari STAIN SAS Babel Nasrul Supardi beserta 100 peserta Pelatihan Pemuda Pelopor.


Pandi Renaldy kepada RMOL Babel, Kamis (7/12) mengatakan bahwa terlaksananya pelatihan ini berkat kerjasama antara Kemenpora RI dengan LSM Peduli Pembangunan dalam mencetak Pemuda Pelopor di tahun 2017 secara nasional.

"Kemenpora RI memang bekerjasama dengan LSM Peduli Pembangunan untuk terselenggaranya Pelatihan Pemuda Pelopor tahun 2017 ini secara nasional, termasuk di 5 provinsi di Sumatera bagian Selatan, yakni Palembang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung dan Jambi," jelas Pandi.



Pandi sebelumnya tak menyangka antusiasme dari para peserta sangat luar biasa dalam mengikuti Pelatihan Pemuda Pelopor.

"Kami bersyukur karena ternyata kegiatan ini sangat mendapatkan respon bagus dari para pemuda yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa dan remaja masjid dengan rata-rata usia 16 - 30 tahun (dibuktikan dengan kartu pelajar atau KTP)," ungkap Pandi.

Pandi menambahkan, melalui pelatihan ini diharapkan dapat menjadi sarana transfer ilmu kepada pemuda agar tidak mudah terdoktrin oleh hal-hal yang belum jelas kebenarannya bahkan cenderung berpotensi memecah-belah persatuan dan kesatuan ditengah kehidupan umat, bangsa dan negara.

Dua pokok pembahasan dalam pelatihan ini yakni "Islam Rahmatan Lilalamin" dan "Wawasan Kebangsaan" oleh Ustadz Nasrun Supardi.

Selanjutnya, Pandi menjelaskan bahwa penting bagi para pemuda di era saat ini untuk memiliki sikap dan nilai-nilai pemahaman akan peranan pemuda sebagai pelopor perubahan di tengah masyarakat.

"Pemuda harus bijak dalam menerima berbagai arus informasi  dari luar/asing yang berkembang begitu sangat cepat saat ini terutama melalui media sosial," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Masjid Baiturrahman Zaironi Ja'far menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Melalui peranan para pemuda, diharapkan mampu mengisi pembangunan dan mendorong percepatan ekonomi demi kesejahteraan dalam berkehidupan di tengah umat, bangsa dan negara," kata Zaironi saat membuka kegiatan.

Demikian pula dengan Ustadz Nasrun Supardi saat memberikan materi. Ia menyampaikan bahwa Islam tidak pernah mengajarkan dakwah dengan cara yang ekstrem atau radikal.

"Karena Rasulullah SAW pun selama dakwahnya selalu menyampaikan dengan cara lemah lembut dan penuh cinta damai," tuturnya.

Menurut Dosen Ilmu Dakwah dan Komunikasi STAIN SAS Babel ini, memang ada beberapa hal yang sudah seharusnya menjadi tugas para pemuda yakni memiliki semangat untuk menjadi pelopor di tengah keluarga, masyarakat dan umat.

"Semangat inilah yang semestinya terus dibudidayakan. Para pemuda juga harus mencontoh sikap suri tauladan Rasulullah SAW, yakni senantiasa bermuhasabah diri (berintropeksi diri), menyebarkan dakwah dengan cara-cara yang  ramah, kasih sayang dan cinta damai, sehingga akan mampu menjadi pelopor sikap-sikap sebagai seorang muslim yang sebenarnya," jelasnya.

Hal ini disampaikan, karena ia menilai bahwa pemuda Indonesia saat ini sedang diterpa krisis degradasi moral.

"Untuk itu, mari tunjukan diri kita, bahwa kita bisa menjadi pelopor pemuda muslim yang menyenangkan dan kreatif, tidak sombong sehingga terbebas dari penyakit hati. Karena keteladanan nabi (Muhammad SAW) kita pun sudah mencontohkan bahwa Islam adalah Rahmatan Lil Alamin," tegasnya.

Sebab Agama Islam adalah agama yang mengajarkan kepada pemeluknya untuk bersikap lemah lembut dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain untuk mengikuti apa yang dikatakan.

"Makanya lakukanlah hal yang terbaik wahai pemuda! Jadilah sebagai pelopor dibidang keagamaan, kemasyarakatan sesuai dengan disiplin keilmuan masing- masing. Pandailah memanfaatkan teknologi sesuai dengan kemanfaatanya secara bijak. Karena Islam yang damai lah yang akan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Berislam lah dengan cara yang enak sehingga bisa dinikmati semua orang dan menjadi rahmat bagi semua,” tambahnya. [Mg6/Adv]


Komentar Pembaca