2017, Puskesmas Se-Bangka Terakreditasi

Daerah  JUM'AT, 10 NOVEMBER 2017 , 22:30:00 WIB

2017, Puskesmas Se-Bangka Terakreditasi

Foto/IST

RMOL. Pada tahun 2017 ini, seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) se Kabupaten Bangka yang berjumlah 12 unit di 8 kecamatan akan terakreditasi sebagai bentuk komitmen Pemkab Bangka dalam pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kasi Promosi Kesehatan Masyarakat (Promkes) Dinkes Bangka, Susilawati seizin Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka, dr. Then Suyanti, Jumát (10/11). "Kita pastikan 2017 semua Puskesmas di Kabupaten Bangka sudah terakreditasi," ungkap Susi.

Dikatakan Susi lagi, keharusan Puskesmas sebagai salah satu FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) untuk terakreditasi tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 46 Tahun 2015, sarana Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) lainnya yang harus terakreditasi adalah Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi.

Bahkan keseriusan Pemerintah untuk meningkatkan mutu pelayanan adalah dengan target dari Pemerintah jika tahun 2019 Puskesmas Tidak Terakreditasi, maka tidak akan dilakukan perpanjangan kontrak dengan BPJS.

Tujuan utama akreditasi Puskesmas adalah pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan manajemen risiko, dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.

Pendekatan yang dipakai dalam akreditasi Puskesmas adalah keselamatan dan hak pasien dan keluarga, dengan tetap memperhatikan hak petugas. Prinsip ini ditegakkan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan keselamatan pelayanan.

Selain itu, prinsip dan dasar yang diterapkan dalam Sistem Kesehatan Nasional yaitu mengutamakan soal hak asasi manusia dan responsif gender juga diusung dalam akreditasi Puskesmas untuk menjamin bahwa semua pasien mendapatkann pelayanan dan informasi yang sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien, tanpa memandang golongan sosial, ekonomi, pendidikan, jenis kelamin, ras maupun suku.

"Akreditasi Puskesmas menilai tiga kelompok pelayanan di Puskesmas, yaitu Kelompok Administrasi dan Manajemen meliputi Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas, Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas, serta Peningkatan Mutu Puskesmas. Kelompok kedua adalah Kelompok Upaya Kesehatan Masyarakat berupa Upaya Kesehatan Masyarakat yang Berorientasi sasaran, Kepemimpinan dan Manajemen Upaya Kesehatan Masyarakat, dan Sasaran Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat, serta kelompok penilaian ketiga adalah Upaya Kesehatan Perorangan, Layanan Klinis yang berorientasi pasien, Manajemen Penunjang Layanan Klinis, Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien," jelas Susilawati.

Untuk di Bangka, lanjut dia, Dinkes Bangka yang membawahi 12 Puskesmas yang tersebar di delapan kecamatan dengan rincian Kecamatan Sungailiat memiliki 3 Puskesmas yaitu Puskesmas Sungailiat, Puskesmas Kenanga dan Puskesmas Sinar Baru, Kecamatan Belinyu memiliki 2 Puskesmas yaitu Puskesmas Belinyu dan Puskesmas Gunung Muda, Kecamatan Mendo Barat memiliki 2 Puskesmas yaitu Puskesmas Petaling dan Puskesmas Penagan, Kecamatan Pemali, Puding Besar, Bakam, Merawang, Riau Silip masing-masing membawahi 1 Puskesmas.

Geliat pendampingan Akreditasi Puskesmas di Kabupaten Bangka telah dimulai dari kurang lebih tiga tahun yang lalu. Tantangan terbesar adalah perubahan pola fikir dan pola kerja dari seluruh pegawai Puskesmas mulai dari level pimpinan, pejabat fungsional hingga ke supir dan cleaning servis. Mendorong membudayanya bekerja sesuai standar operasional prosedur, kesiapan Puskesmas menerima kritik, saran dan masukan dari masyarakat, meningkatkan kemampuan menganalisis data, sehingga menjadi dasar perencanaan yang bermutu dan berkesinambungan.

Untuk di Kabupaten Bangka, Puskesmas yang telah mendapat sertifikat Akreditasi Utama adalah Puskesmas Petaling, Puskesmas Baturusa, Puskesmas Bakam, dan Puskesmas Belinyu. Puskesmas yang telah mendapat sertifikat Akreditasi Madya adalah Puskesmas Kenanga dan Puskesmas Riau Silip.

Puskesmas yang telah dilakukan survei/penilaian akreditasi tapi hasil penilaian belum diumumkan adalah Puskesmas Sinar Baru, Puskesmas Pemali, Penagan, dan Puding Besar. Serta Puskesmas yang masih dalam tahap pendampingan oleh Tim Pendamping dari Dinkes Bangka, yang ditargetkan akan dilakukan survei/penilaian pada bulan november 2017, yaitu Puskesmas Gunung Muda dan Sungailiat. Jadi, dari uraian di atas bisa dipastikan 2017 semua Puskesmas di  Bangka sudah terakreditasi.

"Tingkatan akreditasi ada empat tingkatan yaitu terakreditasi Dasar, Madya, Utama, dan terakreditasi Paripurna. dengan sudah terakreditasi Puskesmas di Kabupaten Bangka, maka peningkatan mutu pelayanan Puskesmas harus meningkat yaitu dengan diawali dengan perencanaan yang berorientasi sasaran, membuka diri terhadap umpan balik dari masyarakat, dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan dengan mengacu ke Pedoman-pedoman yang terstandar," ungkap Susilawati,

Salah satu tindak lanjut yang saat ini dilakukan oleh Dinkes Bangka adalah Pembangunan Puskesmas Riau Silip dengan mengacu ke Permenkes no 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas. Puskesmas ini dalam tahap pembangunan, target penyelesaian di akhir tahun 2017 dan Puskesmas ini akan menjadi Puskesmas Pertama se-Babel yang telah memenuhi Standar dalam Akreditasi.

Dengan terakreditasinya Puskesmas-puskesmas di Kabupaten Bangka, maka beberapa Puskesmas telah menjadi sasaran kaji banding baik dari kabupaten/kota se-Bangka Belitung (Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Kota Pangkalpinang, Belitung dan Belitung Timur) maupun dari luar Babel yaitu dari Kabupaten Sleman Jogjakarta. Akreditasi Puskesmas merupakan salah satu indikator penunjang meningkatnya jumlah wisatawan ke Kabupaten Bangka karena wisatawan cenderung memilih lokasi wisata yang memiliki sarana pelayanan kesehatan yang terstandar dan terakreditasi. [ana]


Komentar Pembaca