Dana Nasabah Rp 110 Miliar Lenyap, BTN Harus Tanggung Jawab

Nusantara  RABU, 31 MEI 2017 , 21:17:00 WIB

Dana Nasabah Rp 110 Miliar Lenyap, BTN Harus Tanggung Jawab

Ilustrasi/Net

RMOL. Jajaran Direksi Bank Tabungan Negara diminta untuk bertanggung jawab terhadap hilangnya dana nasabah milik PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) yang tersimpan dalam rekening giro plus senilai Rp 110 miliar di BTN.
Begitu dikatakan Ahli Hukum Korporasi, Faisal Santiago, saat dikontak, Rabu (31/5). Pertanggung jawaban tersebut, menurutnya, sesuai dengan UU Perseroan Terbatas (PT). "Direksi BTN dalam menjalankan amanahnya berdasarkan RUPS, sehingga Direksi BTN memiliki kewajiban untuk turut bertanggung jawab terhadap hilangnya dana nasabah tersebut,"kata Faisal.

Dia menjelaskan, hilangnya dana nasabah tersebut adalah bentuk kelalaian BTN. Bisa dikatakan bahwa BTN tidak menjalankan prinsip kehati-hatian perbankan, sehingga terjadi pembobolan terhadap dana nasabah.

"Perbankan harusnya sangat menjaga dan memiliki prinsip kehati-hatian. Sebab, bisnis perbankan adalah bisnis kepercayaan. Jadi,  jangan sampai terjadi hilangnya kepercayaan nasabah terhadap perbankan," jelas Faisal.

Dia menerangkan, pembobolan bank dengan mentransfer dana nasabah ke rekening lain dibutuhkan instrumen yang hanya bisa dilakukan oleh pejabat bank yang memiliki otoritas. Baik itu kepala cabang ataupun jajaran direksi, semunya tergantung kapasitasnya.

Nah, berdasarkan UU PT, direksi menjalankan amanahnya sesuai RUPS. "Jadi apapun bentuknya, maka bank harus bertanggung jawab terhadap hilangnya dana nasabah walau nasabah tersebut mencari keadilan lewat pengadilan, bank tetap harus bertanggung jawab,"tegas Faisal.

Senada dengan Ahli Hukum Perbankan yang juga Ketua Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) Laksanto menyatakan, kelalaian direksi yang tidak memelihara kualitas manajemen dengan baik dan tidak dapat menjaga kepercayaan nasabah, maka direksi harus bertanggung jawab. Ini karena, Direksi dinilai tidak bisa menjaga kualitas manajemen dan kepercayaan yang diberikan oleh nasabah.

"Kasus ini mirip dengan kasus terdahulu, yaitu kasus Melinda Dee. Dimana, direksi akhirnya dikenakan jeratan hukum karena dinilai turut bertanggung jawab,"katanya.

Sementara itu,  Humas Bank BTN Dodi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dana pengganti tersebut. Hanya saja karena persoalannya sudah masuk pengadilan maka BTN menunggu keputusan hakim.

Dia mengakui kejadian  tersebut lantaran ada pegawai BTN yang bekerjasama dengan pihak ketiga. Karena itu pegawai tersebut telah dipecat. [sam]

Komentar Pembaca