Tidak Hanya Wisata Halal, Gubernur Erzaldi Juga Akan Siapkan Yang Tidak Halal

Daerah  RABU, 26 FEBRUARI 2020 , 15:12:00 WIB

Tidak Hanya Wisata Halal, Gubernur Erzaldi Juga Akan Siapkan Yang Tidak Halal
RMOL. Ditetapkannya Babel, khususnya Tanjung Pandan menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata baru setelah bali oleh Pemerintah Pusat. Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman akan mempersiapkan Destinasi Wisata Halal Tourisme di Kepulauan Babel.
Hal tersebut ia katakan untuk menjamin rasa aman dan nyaman kepada para wisatawan yang menuntut kehalalan produk makanan dan fasilitas (sarana-prasarana) yang menjadi bagian dari destinasi wisata di Babel.

Meskipun fokus menyiapkan Wisata Halal di Babel, Erzaldi mengungkapkan bahwa pihak Pemprov juga akan menyiapkan destinasi wisata yang tidak halal. Menurutnya, hal tersebut karena menimbang dan mengingat bahwa wisatawan yang datang ke Babel tidak hanya yang beragama Islam saja.

"Pngunjung tidak semua nya Muslim, mungkin dia mau makan makanan yang tidak halal, misalnya Chinese Food, Chinese food yang halal itu, yang ada sertifikat halalnya, kalau Chinese food yang tidak halal ada, nanti ada pengelompokan lokasinya, dan tidak mungkin la dicampur-campur" jelas Erzaldi usai menghadiri acara Babel International Halal Seminar 2020 pagi ini (26/2/2020).

Erzaldi juga mengatakan, bahwa Babel dalam proses untuk menjadi model industri halal, dengan kondisi Bangka Belitung yang ia nilai mempunyai harmonisasi antar umat beragama yang sangat baik, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Pemprov Babel. Sekali lagi Erzaldi mengatakan, bahwa dengan didorongnya halal food, bukan berarti di Bangka Belitung tidak ada hal-hal yang tidak halal.

"Kita harus bisa memilah-milah, mana destinasi yang halal, harus kita perjelas betul, karena banyak juga turis yang dari agama lain selain Islam ada juga yang berkeinginan yang tidak halal, tetapi kita buat sedemikian rupa lokasi-lokasi khusus yang memang tidak halal, misalnya banyak juga makanan-makanan spesial yang menjadi kesukaan bagi orang yang selain Islam, itu nanti kita siapkan tempatnya, yang penting apa yang disajikan tidak halal ini terpisah dari yang halal, terlebih lokasinya pun kita spesialkan, jadi ke depan kita sedang menata di mana lokasi-lokasi yang memang disitu halal dan di mana lokasi-lokasi yang memang tidak halal, jadi Kita bagi sedemikian rupa, jadi orang-orang yang menuntut kehalalan ini betul-betul merasa aman nyaman terhadap apa yang kita sajikan" jelas Erzaldi lebih dalam kepada awak media.

Kemudian Erzaldi mengungkapkan, konsep wisata halal yang paling utama adalah dari segi makanan terlebih dahulu, lalu diikuti dengan fasilitas traveling halal yang dimana termasuk tempat ganti baju, kolam renang, toilet, tempat ibadah dan kamar hotel tempat menginap, terakhir juga akan ada konsep halal fashion, media dan lainnya yang turut mengikuti.

"Sebetulnya kita tidak perlu khawatir dengan apa yang menjadi tagline daripada halal ini, karena mayoritas masyarakat kita ini kan Muslim, tetapi tidak juga kita membatasi masyarakat yang non Muslim untuk berkreasi memberikan fasilitas yang non halal, yang penting bagi kita adalah antara halal dan non halal ini terbagi dan ditempati di tempat-tempat yang betul-betul memberi rasa aman dan nyaman, ketika ada wisatawan yang mau halal, itu sudah tahu tempatnya ada di mana dan jelas keberadaannya" pungkas Erzaldi. [pri]


Komentar Pembaca