Pasar Kaget Irian Vs SDN 11 Pangkalpinang. Dewan; Masyarakat Jangan Galau, Ini Baru Wacana

Daerah  SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 15:51:00 WIB

Pasar Kaget Irian Vs SDN 11 Pangkalpinang. Dewan; Masyarakat Jangan Galau, Ini Baru Wacana
RMOL. Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang melakukan peninjuan Pasar Kaget Jalan Irian, Kecamatan Rangkui terkait keresahan paguyuban wali murid dengan adanya wacana Pemkot Pangkalpinang yang akan mengusur Sekolah Dasar Negeri 11 Kota Pangkalpinang untuk dijadikan pasar.
"Intinya kami melakukan tinjauan ini atas laporan atau keresan dari masyarakat dan paguyuban walimurid dengan beredarnya wacana akan adanya penggusuran sekolah ini dan akan digantikan dengan pasar," tutur Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady, Senin (24/2/2020).

Dirinya mengataka bahwa sampai saat ini belum adanya pembahasan terkait masalah ini di DPRD  terlebih DED dan anggarannya," Kami di komitmen awal belum pernah ada rencana untuk relokasi, karena untuk keputusan akhir penganggaran di DPRD belum ada."Jadi masyarakat jangan resah, risau ataupun galau. Dengan keresahan ini, paguyuban ingin membuat polling atau jaringan aspirasi suara. Silahkan," sambung Rio.

Saat ditanyakan apakah akan adanya Pasar Kaget Jalan Irian, dirinya mengungkapkan bahwa pemindahan ini tidak akan menyelesaikan masalah. Pasalnya, ini bukan pasar melainkan jalan yang di gunakan untuk pasar. Dirinya tidak menampik seharusnya jarak antara pasar dan sekolah seharusnya ratusan meter jauhnya dan tidak boleh berdekatan. Tapi hal ini tidak bisa di cegah karena ini milik pribadi dan mereka jualan di pekarangan rumah mereka sendiri.

Sementara, Anggota komisi II DPRD Pangkalpinang lainya, Ermawi menolak keras jika sekolah tersebut harus dipindahkan. Paslanya sekolah tersebut sudah berdiri sejak 1966 silam, terlebih sudah terakreditasi 'A' sedangkan pasar kaget tersebut baru muncul di tahun 2000an.

"Kalau wacana tidak masalah, asal sekolah ini jangan di gusur. Untuk masalah pasarnya bagaimana kita atasi seperti apa nantinya, tapi kita lihat nanti dari hasil polling dari paguyuban seperti apa. Yang penting jangan sampai meresahkan masyarakat kalau kita pindahkan murid-murid ini pasti akan kisruh," cetusnya.

Berbicara jarak ideal pasar dan sekolah, Politisi Partai Golkar itu mengatakan bahwa jarak sekolah dengan pasar saat masih bagus tataannya, dalam artian tidak ada yang terganggu antar keduanya.

"Intinya kita akan cari yang baik sehingga sekolah tidak akan di pindahkan. Dalam waktu dekat kita akan panggil paguyuban dan Dinas terkait serta bagian aset Pemkot," tukas Ermawi. [ina]


Komentar Pembaca