Hasil Rapat Komite SMPN 1 Pangkalpinang; Justru Banyak Orang Tua Wali Ingin Adanya Tambahan Jam Belajar

Komite Sifatnya Sukarela, Tidak Ada Paksaan

Daerah  SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 12:39:00 WIB

Hasil Rapat Komite SMPN 1 Pangkalpinang; Justru Banyak Orang Tua Wali Ingin Adanya Tambahan Jam Belajar
RMOL. Dalam upaya peningkatan kualitas layanan  pendidikan sekolah, Komite Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Pangkalpinang menggelar rapat koordinasi dan sinergi dengan para pengurus komite beserta perwakilan pengurus Paguyuban SMP Negeri 1 Pangkalpinang, Selasa (11/2/2020).
Dalam rapat tersebut, Plh Ketua Komite SMP Negeri 1 Pangkalpinang, Eko Supriadi mengungkapkan bahwa untuk mencegah terjadinya Pungutan Liar (Pungli). Jelasnya, komite sifatnya sumbangan sukarela, yang mana tidak ada paksaan bagi orang tua yang tidak mampu terlebih tidak adanya diskriminasi terhadap anak yang tidak mampu dan bagi yang mampu memberikan sumbangan harap memberikan secara ikhlas.

Lanjut Eko, apabila terjadi hal lain di luar kesepakatan bersama ini dalam lingkungan sekolah agar segera melaporkan kepada ketua komite atau melalui paguyuban yang telah di bentuk, sehingga tidak terjadi informasi simpang siur menyangkut adanya pungli.

"Ini murni sumbangan sukarela, sedangkan mengenai adanya kartu sumbangan itu baru sebatas wacana dan belum ada kesepakatan bersama serta hanya sebagai contoh saja untuk disampaikan kepada orang tua wali murid atas ide salah satu ketua paguyuban. Namun sudah disebarkan ke publik sehingga menuai polemik, dan itupun juga tidak digunakan untuk memungut Iuran dimaksud," bebernya.

Terkait hal ini, Eko meminta kepada pihak terkait baik Dinas Pendidikkan, Kapolresta Pangkalpinang yang di wakili Divisi Saber Pungli, Ombusman, dan DPRD agar dapat memberikan bimbingan/masukan kepada pihaknya terkuat komite sekolah, terlebih menyangkut beredarnya pemberitaan adanya kartu iuran komite tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Iwansyah menyikapi polemik yang ada mengatakan bahwa komite sekolah tidak salah dan tidak ada yang menyalahkan.

"Pada dasarnya kami sangat apresiasi, dan melihat dari rapat tersebut tidak ditemukan kendala dan masalah dari para wali siswa. Terkait polemik beredarnya kartu iuran komite yang beredar di Medsos beberapa waktu silam baru sebatas wacana atau gambaran dari pihak komite. Hanya saja terlebih dahulu di posting oleh oknum wali siswa ke Medsos.

"Bahkan dari hasil rapat tersebut banyak wali siswa menginginakn adanya jam tambahan belajar untuk menunjang pendidikan anak disekolah sebagai pengganti les di luar sekolah (private) yang biayanya jauh lebih mahal ketimbang jam tambahan belajar disekolah. Kalau untuk memajukan pendidikan dan perkembangan anak-anak kita sekolah, kenapa tidak kita dukung kalau tujuannya baik," tukas Iwansyah. [ina]


Komentar Pembaca