Bawaslu Babel Temukan 3 Kasus Pillkada, Dewi Rusmala: Kasus Basel Pelanggaran Paling Greget

Daerah  SELASA, 04 FEBRUARI 2020 , 19:28:00 WIB

Bawaslu Babel Temukan 3 Kasus Pillkada, Dewi Rusmala: Kasus Basel Pelanggaran Paling Greget

Dewi Rusmala/RMOL

RMOL. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bangka Belitung (Babel) sudah menemukan tiga kasus terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelaksanan Pilkada serentak di Provinsi Babel yang baru akan dimulai Juli 2020 mendatang.
Kordiv Hukum Bawaslu Babel, Dewi Rusmala mengatakan tidak menutup kemungkinan akan ada pelanggaran-pelanggaran pada Pilkada serentak di 4 Kabupaten di Provinsi Babel Tahun 2020 nanti.

Sejauh ini, Dewi mengungkapkan pelanggaran yang sudah ditemukan oleh Bawaslu Babel terkait Pilkada hingga kini baru seputar kasus netralitas ASN saja. Dari 4 Kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada di Provinsi Babel, Dewi membeberkan ada 3 kasus terkait netralitas ASN. Dari 3 kasus yang ditemukan ada dua kasus yang sudah mendapatkan hasil kajian hukum, yakni Belitung Timur (Beltim) dan Bangka Selatan (Basel). Untuk Beltim sendiri dinyatakan tidak ditemukan pelanggaran, sedangkan di Basel dinyatakan melakukan pelanggaran.

"Di Bangka Tengah seorang ASN sekaligus istri camat yang mendukung salah satu calon meskipun belum ada calon yang resmi, dia mendukung salah satu sosok tokoh yang akan maju (mencalonkan diri,-red), kalau di Basel itu bentuk kasusnya dia mendeklarasikan diri sebagai calon, sedangkan ini belum masuk ke masa tahapan, dia memasang spanduk, mendeklarasikan dirinya bahwa dirinya calon Bupati Basel dan dia ASN Pemprov Babel" pungkas Komisioner Bawaslu Babel tersebut.

Lebih lanjut ketika diwawancara oleh Kantor Berita RMOL Babel, Dewi mengungkapkan bahwa ASN yang melakukan pelanggaran di Basel tersebut adalah AN, temuan terkait kasusnya sudah terjadi sekitar dua minggu yang lalu dan sekarang sudah ada rekomendasi dari hasil kajian hukum dan siap untuk dilaporkan kepada KASN.

"Ini kan belum masuk ke masa tahapan (pilkada,-red), yang namanya calon itu belum ada, karena belum ditetapkan oleh KPU, tapi terkait dengan mengikrarkan diri sebagai calon selama dia berstatus sebagai ASN itu kan sebuah pelanggaran" kata Dewi.

Meskipun tidak bisa memastikan seberapa besar persentase kemungkinan pelanggaran-pelanggaran seperti netralitas ASN, money politik dan SARA tersebut akan terjadi pada Pilakada nanti, Dewi Rusmala mengaku bahwa Bawaslu Babel akan tetap melakukan fungsi pengawasan dan monitoring terhadap berlangsungnya tahapan Pilkada melalui Bawaslu di Kabupaten masing-masing yang menyelenggarakan.

"Kalau pilkada ini kan lebih rawan yah, saya rasa yang tiga (money politik, SARA, dan netralitas ASN) itu akan masuk, tapi menurut saya yang sampai saat ini di mana-mana yang paling greget itu adalah netralitas ASN, Saya harap tidak ada ASN yang mendukung calon" demikian Dewi. [pri]

Komentar Pembaca