Wacana Jabatan Presiden Tiga Periode, Manuver Cari Perhatian ala Bamsoet

Politik  RABU, 27 NOVEMBER 2019 , 08:56:00 WIB

Wacana Jabatan Presiden Tiga Periode, Manuver Cari Perhatian ala Bamsoet

Ketua MPR Bamsoet/Ist

RMOLBabel. Wacana perubahan ihwal masa jabatan presiden yang tertuang dalam UUD 1945 menguat beberapa hari belakangan. Masa jabatan presiden yang saat ini maksimal 2 periode, diusulkan menjadi 3 periode seiring usul amandemen UUD 1945 yang tengah digodok Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR).
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) pun angkat suara terkait wacana tersebut. Bamsoet mengklaim, wacana masa jabatan presiden tiga periode merupakan kehendak masyarakat.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an, menilai wacana yang dihembuskan Bamsoet harus benar-benar muncul dari publik. Bahkan untuk membuktikan apakah wacana tersebut berasal dari suara publik, perlu dilakukan survei secara objektif.

"Jika wacana itu muncul dari publik, perlu dilakukan survei terlebih dahulu bagaimana sebenarnya pendapat dan aspirasi publik terkait wacana presiden 3 periode. Ini baru objektif," demikian kata Ali Rif'an dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (27/11) pagi.

Sementara pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra menerangkan, manuver Bamsoet ialah mencari perhatian (caper) ke Presiden Joko Widodo.

Ini mengingat Bamsoet masih ngotot untuk maju di Munas Golkar menghadapi petahana Ketua Umum, Airlangga Hartarto.

Tapi di satu sisi, Iwel menilai manuver Bamsoet berlebihan. Sebab bisa membuat Indonesia menjadi mundur karena dipimpin rezim otoriter.

Itu hanya manuver, sensasi, hanya ingin menarik perhatian. Tapi justru itu bikin Indonesia mundur,” ujarnya kepada dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/11). [SHL]

Komentar Pembaca