BPBD Dan Basarnas Babel Gelar Latihan Penangulangan Bencana

Daerah  SABTU, 23 NOVEMBER 2019 , 13:10:00 WIB

BPBD Dan Basarnas Babel Gelar Latihan Penangulangan Bencana
RMOL. Badan Penaggulangna Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) dan Basarnas menggelar latihan bersama dalam penanggulangan bencana, Sabtu (23/11/2019) bertempat di Balitong Resort Pangkalpinang.
Kegiatan yang bertemakan semangat kerjasama dalam mendukung komitmen Basarnas dan BPBD Babel menuju sinergitas dalam penanggulangan bencana di Provinsi Bangka Belitung itu diikuti 100 orang perwakilan yang tergabung dalam komunitas Babel Peduli.

Dalam sambutannya Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman diwakili Kepala BPBD Babel Mikron Antariksa menyampaikan bahwa akhir-akhir ini bangsa Indonesia, khususnya Babel sedang diuji dengan banyaknya kejadian bencana diberbagai wilayah. Hal ini dilihat dari terjadinya bencana dari waktu ke waktu yang semakin meningkat intensitasnya, besaran maupun dampaknya.

Dijelaskannya juga, Indonesia yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan faktor alam, non alam, maupun faktor manusia.

Bebagai bencana alam terutama bencana yang bersifat hidrometrologi selalu berdampak negatif bagi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya korban bencana alam seperti timbulnya korban jiwa, kerugian harta benda, rusaknya sarana dan prasarana lingkungan serta hilangnya mata pencaharian.

Pada tahun 2019 untuk Babel hingga periode 31 Oktober 2019, diakuinya tercatat sebanyak 269 kejadian bencana, dengan jumlah korban sebanyak 3.663 orang yang terpapar." Bersyukur tidak ada yang meninggal dunia, tapi yang terpapar untuk korban yang mengalami bencana sudaha mencapai angka 3.663 orang," ungkapnya.

Oleh karena itu, ditambahkan Mikron untuk mengantisipasi dampak akibat dari bencana tersebut, diperlukan upaya-upaya secara simultan yakni mulai dari pra bencana, tanggap darurat, hingga pasca bencana.

Penanggulangan bencana adalah proses dinamis, rencana, terorganisir dan berkelanjutan. Oleh sebab itu diperlukan usaha-usaha untuk meningkatkan kualitas, baik yang berhubungan dengan pengamatan, analisa bahaya dan pencegahan serta mitigasi atau peredaman dampak bencana, kesiapsiagaan, peringatan dini, penanganan darurat, restorasi dan rehabilitasi maupun rekonstruksi.

"Karena salah satu dari tujuan penanggulangan bencana ialah memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana, menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinir, menghargai budaya lokal, membangun partisipasi masyarakat," jelasnya.

"Dalam kegiatan itu juga ada pameran-pameran kendaraan praktis dari kawan-kawan komunitas Babel Peduli serta akan juga dilakukan simulasi penanganan bencana," sambung Mikron. [ina]

Komentar Pembaca