BNPB Launching PKD Berbasis Online

Daerah  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 23:06:00 WIB

BNPB Launching  PKD Berbasis Online
RMOL. Dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Direktorat Pemberdayaan Masyarakat memperkenalkan perangkat Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) berbasis online kepada peserta Jambore Nasional Relawan Penanggulangan Bencana, Kamis (10/10/2019).
Acara yang dihadiri perwakilan dari 34 provinsi yang terdiri dari unsur BPBD dan Organisasi Sosial Masyarakat itu bertujuan agar PKD ini dapat diakses dengan mudah oleh para pihak yang akan melakukan program ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

"Sebagai bagian dari masyarakat desa, kita wajib untuk menangguhkan desa kita masing-masing, sebelum turun ke daerah bencana," ujar Plt Direktur Pemberdayaan Masyarakat, Pangarso Suryotomo Pangarso dalam acara melakukan Soft Launching PKD berbasis website tersebut.

Hal ini, kata Pangarso tak lepas dari keberhasilan penyelenggaraan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami sepanjang sisi selatan Pulau Jawa pada bulan Juliā€"Agustus 2019 lalu yang membuahkan semangat para pihak (pentahelix) untuk terlibat dalam urusan penanggulangan bencana. Melalui ekspedisi, para pihak menyadari bahwa penanggulangan bencana adalah urusan bersama yang harus dipandang secara komprehensif, dimulai sejak sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana, hingga pemulihan setelah bencana.

"Pada saat Ekspedisi Destana Tsunami berlangsung, BNPB, BSN, dan didukung perguruan tinggi setempat melakukan penilaian ketangguhan desa yang merupakan self asessment desa terhadap tingkat ketangguhan yang dimiliki desa. Penilaian ketangguhan desa melibatkan aparat desa/kelurahan untuk menilai desa/kelurahan mereka sendiri," jelasnya.

Setelah dilakukan soft launching, dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai perangkat Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) oleh narasumber yang merupakan salah satu tim perumus dari LPTP Surakarta, Sumino. Pada sosialisasi ini beliau menjelaskan tujuan dari penilaian ketangguhan desa serta maksud dari setiap pertanyaan indikator-indikator yang ada di dalam perangkat penilaian ketangguhan desa. Hasil dari penilaian ketangguhan ini, akan dikeluarkan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan desa.

Peserta yang hadir merupakan relawan yang aktif dalam penanggulangan bencana, mereka dapat berperan sebagai fasilitator bagi aparat desa dalam melakukan penilaian ketangguhan desa secara mandiri. Fasilitator mendampingi kepala/aparat desa untuk dapat memahami dalam mengisi setiap pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam perangkat ini," urai Sumino.

"Saat ini website Penilaian Ketangguhan Desa baru bisa di akses terbatas karena masih dalam tahap uji coba. Setelah dilakukan uji coba dan penyempurnaan, aplikasi ini akan di launching secara resmi sehingga dapat digunakan oleh seluruh masyarakat maupun para pihak yang membutuhkan data mengenai ketangguhan desa," tukasnya. [ina]

Komentar Pembaca