Ancaman Bencana Meningkat, 218.2 Juta Rakyat Tinggal Di Daerah Rawan Bencana

Daerah  RABU, 09 OKTOBER 2019 , 14:48:00 WIB

Ancaman Bencana Meningkat,  218.2 Juta Rakyat  Tinggal Di Daerah Rawan Bencana

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, Bagus Tjahjono

RMOL. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, Bagus Tjahjono mengungkapkan selama tiga tahun terakhir adanya peningkatan kejadian bencana di Indonesia.
"Berbagai ancaman bencana, baik disebabkan faktor alam maupun nonalam saat ini masih mengintai Indonesia. Ada kecenderungan peningkatan jumlah kejadian bencana dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2016 saja tercatat tercatat sebanyak 1.985 kejadian, pada 2017 menjadi 2.341 kejadian, dan Tahun 2018 terus meningkat menjadi 2.426 kejadian," ungkapnya, Rabu (9/10/2019) Saat membuka acara pelatihan dasar manajemen bencana uji publik kurikulum dan modul Srikandi Siaga Bencana bertempat di PIA Hotel, Kota Pangkalpinang.

Diungkapkan Bagus, sebanyak 218.2 juta rakyat Indonesia tinggal di daerah rawan bencana, mulai dari gempabumi, tsunami, banjir, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan. Ia pun mengatakan dari jumlah bencana tersebut, 97 persen kejadian bencana yang terjadi di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi.

Peningkatan tren bencana ini sesungguhnya bukan hanya terjadi di Indonesia. Secara global, dalam tiga dekade berselang, jumlah bencana yang dilaporkan meningkat sekitar 350 persen.

Selama tahun 2000 hingga 2018, rata-rata kerugian ekonomi global akibat bencana mencapai US$111 Miliar. Bukan hanya negara berkembang, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Selandia Baru juga mengalami bencana dengan korban dan kerugian sangat besar."Ini membuktikan tidak ada negara di dunia yang betul-betul bebas dari ancaman bencana," tuturnya.

Lebih lanjut, Bagus mengatakan di masa mendatang, ancaman bencana akan semakin meningkat hal ini disebabkan meningkatnya kerentanan, antara lain akibat perubahan iklim global, penurunan kualitas lingkungan, kondisi geografis, kemiskinan, rendahnya tingkat kesiapan masyarakat, pendidikan rendah, urbanisasi, dan pertumbuhan penduduk. [ina] 

Komentar Pembaca