BNPB; Perempuan Memiliki Peran Strategis Dalam Penanggulangan Bencana

Daerah  RABU, 09 OKTOBER 2019 , 13:53:00 WIB

BNPB; Perempuan Memiliki Peran Strategis Dalam Penanggulangan Bencana

Srikandi Siaga Bencana, Provinsi Bangka Belitung

RMOL. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, Bagus Tjahjono memberikan pelatihan dasar manajemen bencana uji publik kurikulum dan modul Srikandi Siaga Bencana di Provinsi Bangka Belitung (Babel), Rabu (9/10/2019) bertempat di Hotel Bumi Asih Kota Pangkalpinang.
Dengan mengusung tema, "Perempuan Menjadi Guru Siaga Bencana, Rumah Menjadi Sekolahnya" uji publik kurikulum dan modul Srikandi Siaga Bencana ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas wanita dalam penanggulangan bencana, dimana sasaran pelatihan ini nantinya akan dikhususkan bagi para wanita berperan vital untuk ketanguhan keluarga. Diungkapkan Bagus, hal ini mengingat sebanyak 218.2 juta rakyat Indonesia tinggal di daerah rawan bencana, mulai dari gempabumi, tsunami, banjir, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan.

Maka dari itu, keterlibatan kaum perempuan terutama peran para ibu dalam membangun ketangguhan keluarga dalam menghadapi situasi darurat bencana lebih digalakan, dimana saat bencana kaum ibulah yang paling rentan terkena dampak karena selain harus menyelamatkan dirinya sendiri, seorang ibu juga harus berpikir akan keselamatan anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

"Dampak negatif ketika terjadi bencana diharapkan dapat ditekan melalui peningkatan peran perempuan. Rangkaian kejadian bencana yang terjadi di beberapa negara menunjukkan bahwa perempuan dan anak-anak berisiko meninggal 14x lebih besar dari pria dewasa (Peterson, 2007). Pada kejadian Cyclone di Bangladesh pada 1991 yang berdampak pada korban jiwa dimana 90% dari korban tersebut adalah perempuan (Ikeda, 1995), badai Katrina di USA menunjukkan bahwa sebagian besar korban adalah ibu-ibu Afro American beserta anaknya, dan pada kejadian Tsunami Aceh 2004 banyak ibu yang meninggal bersama dengan anaknya," jelasnya.

Kendati pada beberapa kejadian bencana menunjukkan bahwa perempuan memiliki kerentanan yang lebih besar, namun di sisi lainnya perempuan memiliki peran yang strategis dalam penanggulangan bencana, khususnya dalam membangun kesiapsiagaan bencana di tingkat keluarga. Masih kata Bagus, perempuan dalam hal kebencanaan, yakni sebagai orang paling terdampak ketika terjadi bencana namun juga memiliki peran yang sangat penting dalam menyelamatkan keluarga dan mendidik anak-anak tentang kebencanaan. Peran perempuan sangat efektif dalam mentransfer pengetahuannya terhadap generasi berikutnya.

"Saya sangat berharap peserta dapat saling berbagi pengalaman menangani bencana di daerahnya masing-masing, merefleksikan pengalaman itu, serta bersama-sama menarik berbagai pembelajaran melaluinya. Pada akhirnya, pelatihan Srikandi Siaga Bencana ini dapat menjadi bekal untuk memperkuat kesiapsiagaan keluarga di Indonesia di masa mendatang.

"Kita tidak ingin bencana kembali terjadi dan menelan banyak korban dan kerugian. Kita ingin menjadi lebih siap dan mampu mencegah jatuhnya korban dan menekan kerugian di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan sosial. Mari bersama kita mempercepat menuju Indonesia tangguh menghadapi bencana," tegasnya. [ina]


Komentar Pembaca