Korea Selatan Kagumi Komitmen Airlangga Membangun Industri 4.0

Politik  RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 23:45:00 WIB | LAPORAN:

Korea Selatan Kagumi Komitmen Airlangga Membangun Industri 4.0

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua dari kiri) dan Dubes Umar Hadi (paling kanan)/RMOL

RMOLBabel. Komitmen Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto membangun industri 4.0 diakui dan membuat kagum dunia. Termasuk Republik Korea atau Korea Selatan.
Kekaguman itu diperlihatkan Korea Development Insitute  (KDI) School of Public Policy dengan menganugerahkan DR Honoris Causa pada Airlangga bulan Juni lalu.

KDI awalnya adalah sebuah lembaga think tank yang didirikan pemerintah Korea di tahun 1971. KDI bertugas untuk mempersiapkan disain pembangunan ekonomi kesejahteraan Korea Selatan. Dalam perjalanannya, KDI berkembang menjadi lembaga pendidikan yang bekerja untuk menghasilkan para pemikir dan perancang pembangunan negeri ginseng.

KDI kini tercatat sebagai salah satu dari 20 lembaga riset terbaik di dunia.

Kekaguman Korea Selatan pada Menteri Perindustrian Airlangga disampaikan Dutabesar Republik Indonesia untuk Republik Korea, Umar Hadi, ketika memberikan sambutan dalam Indonesia-Korea Conference 2019 di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta Pusat, Rabu (18/9).

Konferensi yang diselenggarakan Kedubes Korea Selatan dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu dihadiri Dubes Korea Selatan Kim Chang-beom dan pendiri FPCI Dino Patti Djalal. Sejumlah diplomat senior Indonesia juga hadir seperti mantan Menlu Hassan Wirajuda dan mantan Dubes RI untuk Korea Selatan Jacob Tobing.

Menurut Dubes Umar Hadi, kepemimpinan Menteri Perindustrian Airlangga telah membuka jalan tidak hanya untuk sektor industri di tanah air, tetapi juga sektor-sektor penting lainnya dalam konteks partnership kedua negara .

"Upaya tidak kenal lelah yang diperlihatkan Menteri Airlangga untuk membangun industri 4.0 di Indonesia telah mendapatkan respon yang sangat positif dari dunia internasional. Juga mengundang kekaguman dari Korea Selatan. Itu sebabnya KDI School of Public Policy and Management baru-baru ini menganugerahkan gelar DR Honoris Causa untuk Menteri Airlangga," ujar Dubes Hadi.

"Ini adalah gelar DR Honoris Causa pertama yang diberikan KDI sejak didirikan pada 1971," sambungnya.

Lebih jauh, Dubes Umar Hadi mengatakan, Indonesia dan Korea Selatan tengah menikmati hubungan yang luar biasa.

Menurutnya, sifat spesial pada hubungan kedua negara tidak semata didasarkan pada persoalan transaksional” dan bisnis” semata. Lebih dari itu, hubungan strategis spesial Indonesia dan Korea Selatan didasarkan pada nilai dan prinsip demokrasi, HAM dan keterbukaan ekonomi, saling percaya, saling menghormati dan solidaritas.

"Hubungan kita tidak hanya untuk urusan profit dan balance sheet," sambungnya.

"Lebih dari itu, hubungan ini seharusnya menguntungkan masyarakat kedua negara,  juga masyarakat dunia. Indonesia dan Korea dapat bekerjasama dalam banyak isu penting dunia," demikian Dubes Umar Hadi seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL. [fak]


Komentar Pembaca