Uskup Ignatius Suharyo Jadi Kardinal, Berkah untuk Indonesia

Nusantara  SELASA, 03 SEPTEMBER 2019 , 08:46:00 WIB

Uskup Ignatius Suharyo Jadi Kardinal, Berkah untuk Indonesia

Kardinal Suharyo & Paus Fransiskus

RMOLBabel. Uskup Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Ketua Konferensi Waligera Indonesia (KWI), Mgr. Ignatius Suharyo, telah diumumkan Paus Fransiskus menjadi salah satu kardinal dari 13 kardinal baru yang diumumkan saat Doa Malaikat Tuhan (Angelus), di Basilika Santo Petrus Vatikan, Minggu (1/9).
Ketigabelas kardinal baru ini berasal dari Asia, Amerika Utara, Amerika Tengah, Afrika, dan Eropa.

"Asal mereka mengungkapkan panggilan misionaris Gereja, yang terus menyatakan cinta kasih Tuhan kepada semua orang di bumi,” kata Paus seperti dikutip Vatican News.

Selanjutnya, pengangkatan Ignatius Suharyo menjadi Kardinal akan digelar dalam Consistorium alias Sidang Para Kardinal sekaligus penerimaan topi merah dari Sri Paus Fransiskus pada 5 Oktober mendatang.

Dengan pengangkatan ini, maka Uskup Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo (69) merupakan kardinal ketiga yang pernah dimiliki Indonesia. Pertama adalah Uskup Agung Semarang Justinus Darmojuwono yang dilantik sebagai Kardinal pada tahun 1967. Sementara Kardinal kedua asal Indonesia adalah Julius Darmaatmadja, yang dilantik pada tahun 1994.

Jabatan Kardinal atau Pangeran Gereja merupakan posisi istimewa dalam komunitas gereja Katolik, karena bisa dipilih atau pun memilih untuk menjabat sebagai Sri Paus.

Ahmad Syafii Maarif, mantan ketua PP Muhammadyah, menyampaikan selamat kepada Uskup Agung Suharyo atas tugas barunya tersebut.

Beliau (Kardinal Suharyo) adalah teman lama saya. Saya menyampaikan selamat dengan tugas barunya sebagai kardinal. Ini sesuatu yang luar biasa yang  diberikan Paus sekaligus berkah bagi bangsa Indonesia,” katanya melalui pesan video.

Sekretaris Umum PGI, Pendeta Gomar Gultom,  mengatakan kebanggaannya bahwa Uskup TNI/Polri itu diangkat sebagai kardinal.

Saya mengenal baik Mgr. Suharyo dalam kapasitas beliau sebagai Uskup Agung Jakarta dan Ketua Presidium KWI. Beliau sosok gembala yang sangat mengayomi, bukan saja atas umat Katolik yang menjadi umat gembalaannya, tetapi juga terhadap semua orang, tanpa sekat-sekat Gereja dan agama,” katanya.

Bagi saya kepercayaan Paus kepada beliau adalah juga sebuah kepercayaan Vatikan kepada Indonesia,” pungkas Pendeta Gultom. [Stef HL]


Komentar Pembaca
Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19

Kalimantan Timur Minta Jatah Menteri

Kalimantan Timur Minta Jatah Menteri

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 , 23:02:24