Ricuh Soal Rasisme Mahasiswa Papua

Wapres Jusuf Kalla Minta Masyarakat Papua Memaafkan

Nusantara  SELASA, 20 AGUSTUS 2019 , 14:56:00 WIB

Wapres Jusuf Kalla Minta Masyarakat Papua Memaafkan

Jusuf Kalla/Ist

RMOLBabel. Manokwari, Papua mencekam pada Senin (19/8). Kondisi ini terjadi setelah aksi protes warga Papua diwarnai ricuh, blokade serta pembakaran. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan curiga kerusuhan itu diprovokasi kelompok tertentu yang menyusup ke aksi protes massa.
Ia pun meminta kepolisian segera mengusut tuntas kasus termasuk dalang ricuh di Manokwari.

Kericuhan di Manokwari bermula dari serangkaian unjuk rasa kelompok mahasiswa Papua di berbagai daerah, yang diduga mendapat tindakan diskriminatif dan rasis.

Terkait ricuh tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap masyarakat Papua menerima permintaan maaf Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wali Kota Malang Sutiaji, sehingga persoalan dugaan pelecehan terhadap kelompok mahasiswa Papua tidak lagi diperpanjang.

"Sebenarnya apa yang diharapkan sudah selesai. Karena itu, masyarakat yang di Papua kita harapkan dapat menerima penyesalan dan tentunya juga permintaan maaf dari masing-masing itu," kata JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (20/8).

Dengan adanya permintaan maaf dari sejumlah pejabat daerah tersebut, Wapres JK juga berharap ketegangan antar masyarakat, terkait pelecehan oleh oknum anggota ormas dapat berakhir dan tidak berlarut-larut.

"Kami harap ini akan 'cooling down' masalah ini, karena apa yang diharapkan masyarakat Papua di Papua dan Papua Barat, yaitu agar peristiwa di Surabaya diselesaikan sudah selesai," tukasnya. [Stef]

Komentar Pembaca