Kursi Golkar 1: Peluang Airlangga Besar, Jokowi Pasti Lihat Dinamika Itu

Politik  SABTU, 10 AGUSTUS 2019 , 16:21:00 WIB | LAPORAN:

Kursi Golkar 1: Peluang Airlangga Besar, Jokowi Pasti Lihat  Dinamika Itu

Airlangga Hartarto/Net

RMOLBabel. Gaya kepemimpinan Airlangga Hartarto yang mandegani dan ngayomi, disukai banyak pengurus serta kader Partai Golkar baik pusat ataupun daerah. Itulah yang membuat dukungan terhadap Airlangga untuk kembali memimpin Golkar periode mendatang, terus berdatangan.
Setidaknya demikian pendapat yang disampaikan pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo. Dukungan terbaru bagi Airlangga, datang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar se-Bali.

"Dengan makin banyaknya dukungan, peluang Airlangga untuk kembali menduduki kursi Golkar 1 sangat besar," jelas pria yang akrab disapa Sukowi itu seperti dilansir Kantor Berita RMOL, Sabtu (10/8).

Dalam analisa Sukowi, motif politik dibalik maraknya dukungan DPD-DPD sebagai pemilik suara pada Munas tersebut, disebabkan faktor kepemimpinan Airlangga yang mandegani dan ngayomi para kader beringin.

"Mereka (DPD) segera melakukan ikrar dukungan karena merasakan hal itu dalam kepemimpinan Airlangga," tegas Sukowi.

Sukowi menambahkan, Airlangga dinilai berhasil menyelamatkan Golkar dari ancaman degradasi di tengah terpaan prahara dualisme kepemimpinan dan kasus hukum yang membelit beberapa elitnya.

"Kini, Golkar masih jaya di papan atas klasemen Pemilu 2019. Semua itu berkat Airlangga," ujar Sukowi.

Dukungan Jokowi

Sukowi melanjutkan analisanya. Dengan posisi Golkar di papan atas, partai beringin tersebut punya bargaining position yang cukup menentukan dalam dunia perpolitikan nasional. Dengan posisi yang demikian, Presiden Joko Widodo tentu berkepentingan untuk menjaga dukungan Golkar bagi stabilitas  pemerintahannya.

"Pak Jokowi pasti melihat dinamika itu. Pasti mengikuti arah dukungan. Dan Airlangga masih menguasai jalannya pertandingan," kata Sukowi.

Faktor lainnya, menurut Sukowi, kedekatan Jokowi yang sudah terbiasa dengan Airlangga karena juga menjadi pembantunya sebagai Menteri Perindustrian di kabinet kerja. Sikap Airlangga yang tidak neko-neko (aneh-aneh) dan cetho welo-welo (meminta langsung), apalagi soal posisi strategis khususnya kabinet tentu disukai Jokowi.

"Airlangga manut (ikut) saja apa kata Pak Jokowi. Mungkin ini yang membuat Jokowi suka," tandas Sukowi. [fak]


Komentar Pembaca
Drama Politik Nasdem, Batal jadi Oposisi?

Drama Politik Nasdem, Batal jadi Oposisi?

SELASA, 22 OKTOBER 2019 , 23:25:37

Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03