Gugatan Foto 'Kelewat Cantik' Ditolak MK, Evi Apita Maya Menangis Bahagia

Hukum  SABTU, 10 AGUSTUS 2019 , 09:53:00 WIB

Gugatan Foto 'Kelewat Cantik' Ditolak MK, Evi Apita Maya Menangis Bahagia

Evi Apita/Ist

RMOLBabel. Evi Apita Maya menangis bahagia. Gugatan Farouk Muhammad yang menyebut caleg DPD asal NTB itu mengedit foto kelewat cantik, ditolak Mahkamah Konstitusi (MK).
MK menolak gugatan caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) Farouk Muhammad yang menggugat rekan sesama caleg Evi Apita Maya atas tudingan pelanggaran karena mengedit foto tak wajar.

MK menyatakan, gugatan itu tak jelas dan tak relevan dengan perolehan suara Farouk di pemillihan legislatif atau pileg 2019.

"Mengadili, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ujar Ketua MK Anwar Usman saat membacakan amar putusan di ruang sidang MK, Jakarta, Jumat (9/8).

Dalam pertimbangan, hakim menyatakan pengeditan pas foto di luar batas wajar itu mestinya dilaporkan ke Bawaslu. Namun dari keterangan Bawaslu, tak pernah ada laporan maupun keberatan dari masyarakat terkait keberadaan foto tersebut.

"Mahkamah berpendapat pelanggaran tersebut adalah pelanggaran administrasi yang harusnya diselesaikan Bawaslu. Namun berdasarkan keterangan Bawaslu, tidak ada laporan maupun keberatan dari masyarakat," ucap hakim anggota Suhartoyo.

Di sisi lain, hakim menilai sulit mengukur relevansi dan pengaruh foto tersebut dengan tingkat keterpilihan Evi. Sesuai dalam permohonan, Farouk menilai kemenangan Evi dalam pileg DPD tak lepas dari keberadaan foto yang dinilai tak wajar.

"Akan sulit mengukur relevansi dan pengaruh foto caleg DPD dengan tingkat keterpilihan calon tersebut. Sebab tiap pemilih memiliki preferensi sendiri dan kerahasian masing-masing yang telah dijamin undang-undang," ucapnya.

Hakim juga menolak dugaan politik uang yang dituduhkan Farouk pada Evi. Menurut hakim, dugaan itu mestinya dilaporkan ke Bawaslu untuk diteruskan ke Gakkumdu. Namun sesuai keterangan Bawaslu, dugaan itu baru dilaporkan setelah selesai pemungutan suara.

"Pemohon tidak dapat menjelaskan lebih lanjut dugaan politik uang ini dengan bukti. Pemohon juga tidak menjelaskan spesifik lokasi dan waktu terjadinya dugaan politik uang. Maka harus dikesampingkan dan dianggap tidak beralasan menurut hukum," tutur hakim.

Dalam gugatan, Farouk menilai Evi telah memanipulasi atau melakukan pengeditan pas foto di luar batas kewajaran. Farouk menyebut Evi mengedit sejumlah bagian wajahnya di dalam pas foto, di antaranya di bagian dagu, hidung, mata, warna kulit, hingga struktur tubuh.

Tindakan Evi, dalam pokok permohonan Farouk telah melanggar ketentuan yang ada di dalam Peraturan KPU. Selain melanggar, Farouk menyampaikan tindakan Evi mengedit foto secara berlebihan telah mempengaruhi perolehan suaranya. Farouk dalam Pemilu DPD 2019 diketahui memperoleh suara sebesar 188.678. Sementara Evi memperoleh 283.932 suara.

Merespon putusan MK, Evi mengaku bersyukur dan menilai putusan tersebut sudah adil.

"Alhamdulillah, keadilan itu terwujud pada Jumat barokah ini. Putusan MK tadi (kemarin-red) adalah putusan yang seadil-adilnya," katanya usai mendengarkan putusan di Gedung MK, Jakarta, Jumat (9/8).

Evi pun berterima kasih kepada masyarakat karena telah mengamanahkan serta memilihnya dalam pemilihan DPD di NTB. "Langkah selanjutnya, saya akan bergerak bekerja untuk masyarakat," ujar dia. [Sr/Stef]

Komentar Pembaca
Drama Politik Nasdem, Batal jadi Oposisi?

Drama Politik Nasdem, Batal jadi Oposisi?

SELASA, 22 OKTOBER 2019 , 23:25:37

Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03