Ekonomi Indonesia Melambat di Triwulan II 2019

Pertumbuhan Investasi Capai 3,2% Dibanding Tahun Lalu

Ekbis  SENIN, 05 AGUSTUS 2019 , 17:30:00 WIB

Ekonomi Indonesia Melambat di Triwulan II 2019

Foto: Rmol

RMOLBabel. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan perekonomian triwulan II 2019. Dalam periode ini, ekonomi Indonesia masih mengalami pertumbuhan, meski melambat dibandingkan triwulan II 2018.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II mengalami pelambatan. Pada triwulan II 2019 angka pertumbuhan hanya 5,05 persen (y-on-y), sementara triwulan I 2019 mampu mencapai 5,07 persen.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka tersebut makin jelas penurunannya. Sebab pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2018 sebesar 5,27 persen.

Pada kuartal II tahun ini, Atas Dasar Harga Bruto (ADHB) Produk Domestik Bruto tercatat Rp 3.963 triliun. Sementara Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) tercatat Rp 2.753,2 triliun. Nilai ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 2.603,7  triliun.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I sampai kuartal II 2019 dibandingkan kuartal I sampai dengan kuartal II 2018 tumbuh 5,05,” ungkap Suhariyanto di Gedung 3 BPS, Jl. Dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Senin (5/8).

Ia menyebutkan, pada triwulan II harga migas dan nonmigas di pasar internasional mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan triwulan I 2019. Namun mengalami penurunan dibandingkan kuartal II 2018. Sementara itu secara kondisi perekonomian global pada triwulan II 2019 mengalami perlambatan.

Hal ini tercermin dari data industri serta perdagangan di pasar global yang cenderung melemah,” tuturnya.

Di triwulan II 2019, lanjut Suhariyanto, terjadi inflasi sebesar 1,69 persen (q-to-q). Namun jika dibandingkan dengan posisi Juni 2018 terjadi inflasi sebesar 3,28 persen.

Sementara realisasi belanja pemerintah (APBN) Triwulan II mencapai Rp 582,45 triliun, mencapai 23,67 persen dari pagu 2019 sebesar Rp 2.461,1. Meningkat dibanding realisasi triwulan II 2018 yang mencapai Rp 524.88 triliun atau 23,64 persen dari pagu 2018 sebesar Rp 2.220,70 triliun.

Selain itu realisasi penanaman modal yang tercatat di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Penanaman Modal Asing (PMA), dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) selama triwulan II mencapai Rp 200,5 triliun atau naik 2,8 persen (q-to-q) dan 13,7 persen (y-on-y).

Pertumbuhan (investasi) pada triwulan II 2019 menguat dibandingkan pertumbuhan triwulan II 2018, mencapai 3,2 persen,” tandasnya. [AR]


Komentar Pembaca