3 Rumah Sakit di Babel Turun Kelas, BPJS Beberkan Dampaknya Bagi Pasien JKN-KIS

Daerah  RABU, 31 JULI 2019 , 16:55:00 WIB | LAPORAN:

3 Rumah Sakit di Babel Turun Kelas, BPJS Beberkan Dampaknya Bagi Pasien JKN-KIS

Galih Mardi Ismiansyah

RMOLBabel. Pemerintah mengumumkan sebanyak 615 rumah sakit (RS) terpaksa turun kelas karena tidak sesuai syarat akreditasi. Akibatnya, tak sedikit dampak yang dialami, baik pada rumah sakit maupun pasien JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan.
Berdasarkan keputusan menteri kesehatan nomor HK.01.07/Menkes/373/2019 tentang pedoman reviu kelas rumah sakit dan surat BPJS Kesehatan nomor 064/III.2/2019 tanggal 3 Januari 2019 tentang Reviu Kesesuaian RS Umum berdasarkan Permenkes 56 tahun 2014. Dengan itu, penurunan kelas rumah sakit dilakukan karena ingin memperbaiki sistem pelayanan kesehatan.

Dari 615 rumah sakit yang direkomendasikan turun kelas, 3 rumah sakit diantaranya berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni RS Umum Daerah Dr. (H.C.) Ir. Soekarno (Kelas B, Rekomendasi C), RS Umum Almah di Belitung (Kelas D, Rekomendasi D*), dan RS Umum Daerah Kab. Bangka Selatan (Kelas C, Rekomendasi D).

Merespon 3 rumah sakit mitra BPJS Kesehatan Bangka Belitung (Babel) yang turun kelas, Kepala Bidang (Kabid) SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Babel, Galih Mardi Ismiansyah, S. Psi menegaskan, pihaknya tak ingin terlalu jauh mengomentari sebab penetapan tipe rumah sakit ini prosesnya berbeda dengan proses kerjasama BPJS dengan rumah sakit.

"Soal penetapan tipe rumah sakit ini murni sudah diatur di Permenkes 56 tahun 2014 tentang klasifikasi dan perizinan rumah sakit. Nah, soal Permenkes ini rumah sakit mau bermitra atau tidak dengan BPJS Kesehatan tetap harus ikuti Permenkes ini, termasuk di sisi lain terkait akreditasi. Tapi proses yang BPJS Kesehatan lakukan dengan RS yang sudah maupun akan bermitra ialah melakukan proses kredensialing atau proses seleksi awal melalui penilaian terhadap pemenuhan beberapa persyaratan bagi Fasilitas Kesehatan yang akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yang dilakukan setiap tahun sebagai dasar perpanjangan kontrak Faskes," bebernya dalam diskusi terbatas dengan redaksi RMOLBabel di Pangkalpinang, Rabu (31/7).

Galih pun tak menampik bahwa rekomendasi penurunan 3 RS di Babel tersebut berimbas pada pasien JKN-KIS yang dirujuk.

"Sebab kita ada yang namanya mekanisme rujukan berjenjang. Jadi pasien yang sakit awalnya dilayani di Faskes tingkat pertama (klinik/puskesmas) dulu. Jika tidak bisa tertangani baru dirujuk ke rumah sakit secara berjenjang pula dari rumah sakit tipe D hingga tipe A. Dampaknya bagi peserta BPJS jika rumah sakit turun kelas, misalnya saja ada pasien BPJS dirawat di RS tipe C namun harus dirujuk ke RS tipe B sementara RS tipe B di Babel misalnya enggak ada, kan harus dirujuk ke luar daerah yang tentunya membutuhkan biaya tambahan yang tidak sedikit. Ini dampak nyata yang dialami peserta BPJS Kesehatan," tandasnya.

Selama ini, wewenang untuk naik atau turun kelas memang ada di rumah sakit dan Kemenkes. Meski begitu, BPJS Kesehatan Babel tetap mendukung RSUD Soekarno Hatta tetap berada di kelas B karena pertimbangan RS dengan tipe B di Babel ini masih sangat sedikit, dan kalau RSUD Soekarno turun kelas maka dampaknya akan ke masyarakat.

Galih lantas berharap, ke depan kualitas layanan rumah sakit di Babel lebih ditingkatkan.

"Indikatornya tidak hanya naik kelas tapi juga ukuran tingkat kepuasan peserta,"pungkasnya.

Stefanus Lopis


Komentar Pembaca
Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19

Kalimantan Timur Minta Jatah Menteri

Kalimantan Timur Minta Jatah Menteri

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 , 23:02:24