Seluruh Elemen Masyarakat Di Bangka Bertanggung Jawab Berantas Narkoba

Daerah  KAMIS, 27 JUNI 2019 , 08:48:00 WIB

Seluruh Elemen Masyarakat Di Bangka Bertanggung Jawab Berantas Narkoba

ilustrasi

RMOLBabel.Pencanangan desa bersih narkoba, edukasi kepada milenial lewat media online, sinergitas dengan lapas hingga rehabilitasi.
Demikian dikatakan Kepala BNNK Eka Agustina saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) digedung Sepintu Sedulang, Sungailiat, Kamis (26/6) terkait upaya memerangi peredaran narkotika yang terus menjamur.

Pasalnya, berdasarkan hasil survei tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di 13 provinsi tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional bekerjasama dengan pusat penelitian kemasyarakatan dan kebudayaan LIPI diketahui bahwa untuk kelompok pelajar mahasiswa didapatkan angka prevalensi setahun pakai sebesar 3,21 persen

"Atau setara dengan 2.297.492 orang, dihitung dari total jumlah pelajar mahasiswa tahun 2018 sebanyak 15.440.000 orang (sumber data BPS, 2018)," katanya.

Sementara, untuk kelompok pekerjaan cafe prevalensi setahun terakhir pakai sebesar 2,1persen atau setara dengan1,514.037 orang dihitung dari total jumlah pekerja formal sebanyak 74.030.000 orang.

Ditambahkan dia,penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di dalam masyarakat menunjukkan kecenderungan semakin meningkat dengan korban yang meluas mencakup di kalangan anak-anak remaja,generasi muda hingga aparatur sipil negara dan anggota TNI Polri kepala daerah anggota legislatif hingga kerentanan di lingkungan rumah tangga.

"Penggunaan teknologi internet untuk perdagangan dan peredaran gelap narkotika pun meningkat baik dari segi nilai transaksinya maupun jenis yang diperdagangkan,"katanya.

Selain itu munculnya jenis jenis narkotika baru atau new  psychoatives substances NPS download mendapat tantangan dan hambatan dalam upaya menanggulangi permasalahan dan narkotika.

Hanya saja,kata dia,berdasarkan data yang dikeluarkan oleh UN dalam word drug report 2018 bahwa sejak tahun 2009 sampai dengan 2017 telah terdeteksi sebanyak 803 total NPS yang beredar di dunia yang dilaporkan oleh 111 negara.

Sedangkan 74 jenis diantaranya sudah beredar di Indonesia dimana sebanyak 65 jenis sudah diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan Nomor 50 tahun 2018 tentang perubahan penggolongan narkotika sedangkan yang 9 jenis belum diatur perkembangan NPS menciptakan celah bagi kejahatan dikarenakan banyak narkotika jenis baru yang belum diatur oleh hukum.

Untuk ia mengajak seluruh elemen masyarakat daerah ini bersama sama memerangi peredaran narkoba ini mengingat indonesia memiliki cita cita bersih akan narkoba.

"Apabila ini tidak ditangani bersama sama, maka akan mengancam eksistensi bangsa yang berdampak terhadap tatanan sosial serta mengancam kondisi ketahanan sosial suatu bangsa," katanya.[Lio]

Komentar Pembaca
RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15