Pesan Harkitnas : Jalin Persatuan Dalam Bingkai NKRI

Nusantara  SENIN, 20 MEI 2019 , 11:48:00 WIB

Pesan Harkitnas : Jalin Persatuan Dalam Bingkai NKRI

Ist

RMOLBabel.Masyarakat Indonesia mampu kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat dan keterbelahan sosial. Bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Demikian pesan yang disampaikan Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada hari ini. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan yang dibenci Allah SWT.

"Tinggalkan permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah. Hingga diujung bulan Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada," kata Wagub saat membacakan sambutan Menkominfo pada Upacara Peringatan Harkitnas ke-111 di Halaman Kantor Gubernur, Senin (20/5).

Lebih jauh Wagub Abdul Fatah mengharapkan, bisa mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri. Semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema "Bangkit Untuk Bersatu".

Indonesia adalah bangsa yang besar, telah mampu terus menghidupi semangat persatuan selama berabad-abad. Kuncinya, kata Wagub, ada dalam dwilingga salin suara, gotong-royong.

Ketika diminta merumuskan dasar negara Indonesia, dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas.

Namun Bapak Proklamator Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong.

Menurut Bung Karno, "Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotong royong. Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama.

Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong!”

Yel-yel holopis-kuntul baris” adalah aba-aba nenek moyang kita di tanah Jawa, digunakan sebagai paduan suara untuk memberi semangat ketika mengerjakan tugas berat yang hanya bisa dikerjakan secara bergotong-royong, bersama-sama.

"Yel-yel ini disorakkan ketika kita membutuhkan gerak yang seirama, agar tujuan kita satu semata, bagaikan barisan burung bangau yang sedang terbang berbaris di angkasa," kata Wagub.[rmb]
 

Komentar Pembaca
RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15