Pertumbuhan Listrik Babel Mencapai 8,90 Persen

Ekbis  JUM'AT, 18 JANUARI 2019 , 20:35:00 WIB

Pertumbuhan Listrik Babel Mencapai 8,90 Persen

Foto/IST

RMOLBabel. Pertumbuhan listrik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada tahun 2018 mencapai 8,90 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 2,45 persen dibandingkan pada tahun 2017 yaitu sebesar 6,45 persen dan menjadi yang tertinggi di Sumatera.
General Manager PLN UIW Babel Abdul Mukhlis, mengatakan, segmen pelanggan layanan khusus tumbuh signifikan sebesar 85,36 persen dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan listrik di Babel. Sebelumnya pada tahun 2017 segmen ini justru tumbuh paling rendah dibanding yang lainnya yaitu -30,09 persen.

"Layanan untuk keperluan khusus seperti hajatan, pameran, event, masa konstruksi bangunan, maupun industri dengan masa produksi tertentu yang terus meningkat menunjukkan bahwa saat ini kebutuhan masyarakat akan listrik semakin bervariasi. Oleh karena itu kami menciptakan produk-produk inovasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan (customized)," kata Mukhlis, Jumat (18/1).

Lewat keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita RMOLBabel dikatakan Mukhlis, segmen lain yang juga mengalami pertumbuhan adalah pelanggan rumah tangga yaitu sebesar 4,14 persen. Hal ini tumbuh signfikan dibanding tahun 2017 yang tercatat sebesar -0,11 persen.

"Konsumsi listrik rumah tangga meningkat seiring dengan keinginan pelanggan untuk menggunakan listrik secara lebih leluasa. Untuk itu, pada pertengahan tahun lalu PLN meluncurkan program diskon tambah daya bagi para pelanggan," ujarnya.

Selain itu, pada segmen pemerintah juga mengalami peningkatan sebesar 4,73 persen yang mana pada tahun 2017 hanya tumbuh -2,01 persen. Artinya, aktivitas perkantoran juga mengalami peningkatan di sepanjang tahun 2018.

Ia mengatakan, saat ini jumlah pelanggan PLN UIW Babel sebesar 449.450 pelanggan, tersebar di Pulau Bangka, Belitung dan pulauâ€"pulau terpencil disekitarnya dengan demand di Pulau Bangka sebesar 149 MW dan supply 189 MW sedangkan di Pulau Belitung memiliki demand 43 MW dengan supply 79 MW.

"PLN masih terdapat cadangan daya sebesar 76 MW hingga 80 MW yang dapat digunakan untuk melayani 144 pelanggan industri berdaya 555.000 VA, 406 pelanggan bisnis berdaya 197.000 VA, 1.212 kantor pemerintahan berdaya 66.000 VA, dan 61 ribu rumah tangga berdaya 1.300 VA," katanya. [ana]

Komentar Pembaca