Dewan Babel Ribut Di Kantor Kemenlu

Bahas Soal Mahasiswa Babel Di Taiwan

Daerah  RABU, 09 JANUARI 2019 , 22:02:00 WIB

Dewan Babel Ribut Di Kantor Kemenlu

Foto/Net

RMOLBabel. Pertemuan anggota DPRD Bangka Belitung (Babel) di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), siang tadi (Rabu, 9/1) dikabarkan berlangsung tak kondusif.
Ribut, demikian tersiar kabar yang diterima Kantor Berita RMOLBabel.

Keributan tersebut melibatkan dua legislator Babel, yakni anggota Komisi IV Mohammad Tanwin dan Wakil Ketua DPRD Babel, Deddy Yulianto.

Seyogyanya pertemuan yang membahas tentang persoalan mahasiswa Babel di Taiwan itu dihadiri oleh Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, Kepala Dinas Pendidikan M Soleh berikut lima perwakilan orang tua mahasiswa.

Berdasarkan informasi, cekcok mulut Tanwin dan Deddy hampir menyebabkan kedua legislator itu berkelahi di kantor Menteri Retno Marsudi, namun berhasil dilerai.

"Pak Tanwin sampai ngajak pak Deddy berkelahi di luar," kata sumber terpecaya tersebut.

Keributan itu, katanya, dipicu persoalan yang disampaikan oleh Deddy Yulianto terlalu mengungkit persoalan lama terkait awal kerjasama kuliah dengan beasiswa dan magang di Taiwan.

"Sedangkan pak Tanwin saat itu menjelaskan persoalan itu sudah selesai, kenapa harus diungkit-ungkit, karena ini sama saja mencoreng komisinya," terangnya lagi.

Terpisah, melalui pesan singkat WhatsApp, Deddy Yulianto tak menampik bahwa dirinya sempat bersitegang dengan Tanwin di kantor Kemenlu.

"Ribut biasa. Kalau mereka masih ada yang ditutup-tutupi kalau abang mengutarakan semua apa yang terjadi, dia (Tanwin) ndak senang," ucap Deddy. Mestinya, lanjut Deddy, jangan hanya mempublikasikan yang bagus-bagus saja, yang anak-anak kurang beruntung juga mesti disoroti.

"Dari awal kerjasama sudah salah tanpa melibatkan pemerintah pusat dan DPRD, bahkan kementrian luar negeri tidak memiliki data anak-anak yang dikirim ke Taiwan, dan mereka menggunakan visa pelajar dan kerja melebihi dari 20 jam seminggu," terangnya.

Sementara Tanwin berpandangan lain. Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Babel itu menyebutkan, bahwa yang disampaikan Deddy Yulianto kurang memahami persoalan yang ada.

"Disini kan kita ingin menjelaskan bahwa kondisi mahasiswa kita di Taiwan baik-baik saja, enjoy. Hal ini kita jelaskan terkait pemberitaan eksploitasi mahasiswa Indonesia dan paksaan memakan makanan non halal di Taiwan. Ini yang ditanyakan oleh pihak Kemenlu," jelasnya melalui sambungan telepon. [ana]

Komentar Pembaca