Gelap Gulita Sejak 1948

Tempat Pengasingan Soekarno-Hatta di Menumbing Kini Terang Benderang

Wabup Markus Bangga

Pariwisata  JUM'AT, 28 DESEMBER 2018 , 16:55:00 WIB

Tempat Pengasingan Soekarno-Hatta di Menumbing Kini Terang Benderang

Wabup Babar, Markus/RMOL Babel

RMOLBabel. Pada 1948-1949, para pemimpin RI termasuk Bung Karno dan Bung Hatta pernah diasingkan ke Pulau Bangka. Salah satu rumah pengasingannya terletak di Bukit Menumbing, yang terletak di dekat Kota Muntok.
Pesanggrahan Menumbing, begitu nama komplek vila yang letaknya 12 Km dari Kota Muntok atau 130 Km dari Kota Pangkalpinang ini.

Lokasi tempat pengasingan Bung Karno itu cukup terpencil yakni di ketinggian 445 meter di atas permukaan laut, di mana tak ada kehidupan di sekitarnya.

Selain terpencil, Pesanggrahan Menumbing ternyata sejak 1948 belum teraliri listrik sehingga tampak gelap gulita di waktu malam.

Namun kini, tempat yang juga jadi destinasi wisata tersebut mulai bersinar terang karena telah berhasil dialiri listrik hingga ke puncak bukit.

Wakil Bupati Bangka Barat Markus mengaku bahagia karena sejarah panjang perencanaan pemasangan jaringan listrik PLN di Bukit Menumbing akhirnya membuahkan hasil.

Aliran listrik PLN ini menggunakan sistem saluran kabel bawah tanah (SKTM) mulai dari simpang Giri Sasana hingga pos 2 Menumbing sepanjang kurang lebih 5,7 kilometer.

"Saya mengajak seluruh pihak berperan aktif mendukung industri pariwisata Bangka Barat berbasis sejarah dan budaya, agar warisan dan kejayaan di masa lalu dapat memberi arti bagi kehidupan anak cucu kita di masa mendatang," ujar Markus, Kamis (27/12).

Terpisah, Wakil Gubernur Abdul Fatah menyebut, destinasi wisata sejarah Bukit Menumbing memang selama ini masih kurang karena belum teraliri listrik.

Sehingga, lanjut Fatah, kita terus mengusahakan Bukit Menumbing mulai bercahaya seperti saat ini.

Menurut Fatah, pemerintah tidak akan merubah tampilan Bukit Menumbing dari apa yang terlihat pada tahun 1948 lalu. Namun, hanya merubah suasananya saja, dari gelap menjadi terang.

"Habis gelap terbitlah terang," katanya.  (Mg7) 

Komentar Pembaca