Inalum Bayar 3,85 Miliar Dolar AS

Lunas Dibayar, Divestasi PT Freeport untuk Kemakmuran Rakyat

Ekbis  SABTU, 22 DESEMBER 2018 , 14:20:00 WIB

Lunas Dibayar, Divestasi PT Freeport untuk Kemakmuran Rakyat

Foto/Net

RMOLBabel. Presiden Joko Widodo mengumumkan pelunasan divestasi PT Freeport Indonesia kepada PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (21/12). Peralihan kepemilikan mayoritas saham itu akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
"Saya baru saja menerima laporan dari seluruh menteri yang terkait dari Dirut PT Inalum dan dari CEO Freeport. Disampaikan bahwa saham PT Freeport sudah 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar," ujarnya di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (21/12/2018) dilansir Antara.

Kepala Negara mengatakan, dengan implementasi tersebut maka jumlah pendapatan dari pajak dan royalti akan lebih baik.

"Terakhir juga tadi saya dapatkan laporan untuk hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan, soal smelter semuanya juga telah terselesaikan dan sudah disepakati, artinya semuanya sudah komplet dan tinggal bekerja saja," beber Presiden.

Saham PTFI yang dimiliki PT Inalum meningkat dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen.

Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero), Freeport McMoRan Inc (FCX) dan Rio Tinto, telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Inalum sehingga kontraknya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Resminya pengalihan saham tersebut ditandai proses pembayaran dan terbitnya IUPK sebagai pengganti Kontrak Karya (KK) PTFI yang telah berjalan sejak 1967 dan diperbarui di 1991 dengan masa berlaku hingga 2021.

Dengan terbitnya IUPK ini, maka PTFI akan mendapatkan kepastian hukum dan berusaha dengan mengantongi perpanjangan masa operasi 2 X 10 tahun hingga 2041, serta mendapatkan jaminan fiskal dan regulasi. PTFI juga akan membangun pabrik peleburan (smelter) dalam jangka waktu lima tahun.

Terkait pengalihan saham, Inalum telah membayar 3,85 miliar dolar AS kepada Freeport McMoRan Inc (FCX) dan Rio Tinto, untuk membeli sebagian saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI, sehingga kepemilikan Inalum meningkat dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen.

Kepemilikan 51,23 persen tersebut nantinya akan terdiri 41,23 persen untuk Inalum dan 10 persen untuk Pemda Papua.

Saham Pemda Papua akan dikelola oleh perusahaan khusus PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM) yang 60 persen sahamnya akan dimiliki oleh Inalum dan 40 persen oleh BUMD Papua. Inalum akan memberikan pinjaman kepada BUMD 819 juta dolar yang dijaminkan dengan saham 40 persen di IPMM. [Ant]


Komentar Pembaca