BPS Babel Tanggapi Kegalauan Erzaldi Terkait Rendahnya NTP

Daerah  KAMIS, 20 DESEMBER 2018 , 16:36:00 WIB

BPS Babel Tanggapi Kegalauan Erzaldi Terkait Rendahnya NTP

Darwis Sitorus/RMOL Babel

RMOLBabel. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) DR. Erzaldi Rosman mengungkapkan kegalauannya terkait tingkat kesejahteraan petani yang masih rendah karena angka NTP-nya masih di bawah 100.
Erzaldi menyebut, meski nilai tukar petani (NTP) Babel cenderung menurun, namun secara umum kondisi ekonomi Babel sangat baik.

"NTP kita memang saat ini tidak begitu menggembirakan. Ini jadi tantangan kita untuk meningkatkan NTP-nya. Sementara nilai tukar nelayan (NTN) kita sudah bagus dan harus tetap dipertahankan," kata Gubernur Erzaldi dalam sambutannya saat menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (20/12).

Kepala BPS Babel Darwis Sitorus, SSi. MSi mengakui jika NTP Babel saat ini memang cenderung menurun. Bahkan, saat ini NTP Babel berada di angka 87. NTP kita memang sangat memprihatinkan, tapi NTN sedikit lebih baik. NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).
 
Indeks ini maksudnya kenaikan harga yang diterima mestinya menguntungkan dibanding indeks yang dibayar. Artinya si petani membeli untuk kebutuhan konsumsinya termasuk kebutuhan melakukan aktifitasnya di bidang pertanian. Nah ini malah lebih tinggi indeks yang dibayar idealnya kan lebih tinggi indeks penerimaan. Kalau indeks yang dibayar lebih tinggi, ini mengindikasikan bahwa tingkat pendapatan petani kita cenderung menurun," beber Darwis ditemui Kantor Berita RMOL Babel.

Darwis menyebut, penyebab anjloknya NTP dilatarbelakangi menurunnya harga karet dan lada yang sangat mempengaruhi petani dimana indeks harga yang dibayar termasuk kebutuhan pertanian seperti bibit, pupuk jauh lebih tinggi dari indeks harga yang diterima petani dari hasil produksinya.

Dia menilai, butuh sinergi semua pihak untuk mengatasi ini dengan memperbaiki tata kelola yang lebih menguntungkan petani yang nantinya tercermin pada meningkatnya nilai NTP.

Kalau harga melonjak, otomatis nilai tukarnya membaik. Kami dari BPS berterimakasih kepada Gubernur Erzaldi yang dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan para kepala daerah di tiap kabupaten/kota untuk lebih paham data. Dan memang seharusnya demikian, pengambil kebijakan harus paham data. Semoga dengan semakin memahami data, kebijakan ke depan akan tepat sasaran,” pungkas Darwis Sitorus. [Stf]


Komentar Pembaca
RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15