Skandal Pengaturan Skor

PSSI Wacanakan Pelibatan TNI-Polri di Komite Ad Hoc

Sport  SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 16:46:00 WIB

PSSI Wacanakan Pelibatan TNI-Polri di Komite Ad Hoc

Ilustrasi

RMOLBabel. Kasus dugaan pengaturan skor yang melibatkan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat, memaksa federasi bergerak cepat menuntaskan persoalan ini.
Setelah Komite Disiplin (Komdis) menjatuhkan sanksi larangan tiga tahun berkiprah di sepak bola Tanah Air, PSSI pimpinan Edy Rahmayadi mencoba menangkap pelaku utama pengaturan skor.

Caranya, dengan membentuk Komite Ad Hoc sebelum Kongres Tahunan PSSI pada 20 Januari 2019 di Bali. Kendati belum mengumumkan nama yang akan terlibat, PSSI memastikan bakal bekerja sama TNI-Polri.

"Nanti kami minta bantuan TNI-Polri untuk investigasi, tapi tetap mereka tidak boleh melangkah sendiri. Aturan mainnya tetap di bawah PSSI. Kalau jalan sendiri-sendiri, PSSI bisa disanksi FIFA. Rugi besar nanti seluruh insan sepak bola Indonesia," kata anggota Exco PSSI Refrizal.

"Mudah-mudahan segera. Yang cari orang-orangnya Wakil Ketua Umum (Joko Driyono) dan Sekjen (Ratu Tisha Destria), tapi tetap yang memutuskan Pak Edy. Kalau sudah ada bisa diumumkan pekan ini."

Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DKI Jakarta Uden Kusuma Wijaya menyarankan melibatkan pihak imigrasi dalam Komite Ad Hoc. Tujuannya untuk menyaring pemain, pelatih, dan agen pemain asing yang berniat bekerja di lingkup sepak bola Indonesia.

"Ini bentuk proteksi eksternal. Orang-orang asing yang masuk ke Indonesia harus jelas. Bukan hanya skill, tapi juga bagaimana latar belakangnya. Bisa saja para penyuap itu masuk lewat pemain atau agen pemain dari luar," tutur Uden.

Meski begitu, Refrizal mengatakan jika peran Imigrasi tidak terlalu dibutuhkan. Sebab, PSSI dan FIFA juga bekerja dengan Kepolisian Internasional (Interpol). Ia meyakini mayoritas mafia bola yang ada sekarang berasal dari luar Indonesia. [*/Shl]



Komentar Pembaca