Politeknik PUPR Dibuka Tahun 2019

Cetak Tenaga Konstruksi Handal

Pendidikan  KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 21:34:00 WIB

Politeknik PUPR Dibuka Tahun 2019

Anita Firmanti di IHE Delft Institute/Net

RMOLBabel. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya manusia (SDM) bidang konstruksi.
Hal tersebut dilakukan seiring dengan fokus pemerintah di tahun 2019 yang ingin meningkatkan pembangunan SDM.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan tenaga kerja konstruksi, baik tenaga terampil maupun ahli yang akan menjadi ujung tombak pembangunan infrastruktur.

Kita memasuki era kompetisi. Dalam era kompetisi ini, bukan proteksi yang dikedepankan, tapi kompetensi, khususnya di bidang konstruksi. Kita tidak mungkin menahan tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Untuk memenangkan kompetisi, harus lebih cepat, lebih murah, dan lebih baik,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/11).

Dalam hal ini, Kementerian PUPR tidak hanya melakukan program sertifikasi. Tapi juga menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan seperti perguruan tinggi, sekolah menengah kejuruan.

Kementerian PUPR kini juga tengah mempersiapkan pendirian Politeknik PUPR yang akan memiliki tiga program studi, yakni Konstruksi Gedung, Struktur Bangunan Air, dan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan.

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti mengatakan tujuan pendirian Politeknik PUPR adalah untuk menghasilkan tenaga kerja konstruksi yang memiliki kompetensi dengan spesifikasi keahlian tertentu yang siap bekerja pada proyek-proyek infrastruktur, khususnya infrastruktur PUPR.

Materi kuliah dirancang memenuhi kebutuhan kerja dalam pembangunan infrastruktur PUPR, sehingga menghasilkan lulusan siap kerja,” jelasnya.

Dalam mempersiapkan Politeknik PUPR sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi teknik terbaik di Indonesia, Kementerian PUPR menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi teknik terkemuka baik di dalam negeri maupun luar negeri, salah satunya dengan IHE Delft Institute for Water Education, Belanda.

Kerjasama antara Kementerian PUPR dan IHE Delft dalam pendidikan telah berlangsung lama dan terus berkembang. Kedua belah pihak sepakat untuk memperbarui Memorandum of Understanding (MoU) yang telah berakhir termasuk lampirannya yang mengatur ruang lingkup kerjasama yang lebih detil,” kata Anita usai bertemu petinggi IHE Delft Institute for Water Education.

Ruang lingkup kerjasama untuk mendukung Politeknik PUPR berupa Training of Trainee (ToT) bagi para pengajar Politeknik PUPR, pemanfaatan akses teknologi IHE Delft, pengiriman dosen tamu dan praktisi dari IHE Delft. Sebagian besar pengajar merupakan para ahli dari Kementerian PUPR yang memiliki kompetensi dan pengalaman panjang pada berbagai proyek infrastuktur PUPR.

Para pengajar akan mendapatkan peningkatan kapasitas melalui kegiatan ToT dari para ahli IHE Delft, salah satunya adalah pengetahuan mengenai metode pengajaran yang efektif,” kata Sekjen Anita.

Politeknik PUPR rencananya akan berlokasi di Semarang, Jawa Tengah ditargetkan mulai menerima mahasiswa pada tahun ajaran baru 2019 dan terbuka untuk umum. Jumlah mahasiswa yang akan diterima total untuk tiga program studi sebanyak 150 mahasiswa atau 50 mahasiswa per program studi.

Kami juga merencanakan adanya program beasiswa bagi lulusan SMA/SMK berprestasi di Politeknik PUPR,” tukasnya. [ian]

Komentar Pembaca
Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017