UU Tidak Toleransi Keisengan Penyebar Hoax

Hukum  SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 22:02:00 WIB

UU Tidak Toleransi Keisengan Penyebar Hoax

Ilustrasi/Net

RMOLBabel. Dalam satu pekan polisi menangkap 13 orang penyebar kabar bohong atau hoax soal penculikan anak dan kecelakaan pesawat Lion Air. Rata-rata pelaku mengaku hanya iseng belaka melakukan hal itu.
"Undang-undang tidak mengatur itu. Menurut saya, yang penting sekarang adalah literasi digital atau medsos. Ini suatu pembelajaran juga bagi yang lain, jangan macam-macam. Saring dulu baru sharing atau think before posting," jelas Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/11).

Oleh sebabnya, hoax cukup berhenti sampai di masing-masing individu, jangan disebar. Karena mesin Mabes Polri yang dioperasikan oleh tim patroli siber bekerja 24 jam.

"Kalau disebarluaskan lagi kesangkut itu," kata Setyo.

Polisi menangkap belasan orang yang menyebarkan hoax di media sosial. Tersangka ditangkap karena menyebarkan hoax soal penculikan anak dan penjualan organ tubuh manusia, dan dua lainnya karena hoax kecelakaan pesawat Lion Air.

Para tersangka masing-masing berinisial D (41 tahun), EW (31), RA (33), JHS (31), DNL (20), N (23), A (30), O (30), TK (34), S (33), NY (22), dan UST (28). Mereka ditangkap dalam rentang 31 Oktober sampai 5 November dan dijerat pasal 14 ayat 2 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. [wah] 

Komentar Pembaca
Pemprov DKI Segera Cairkan Bonus Atlet Asian Games
Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00