BNNP Babel Ungkap Pengiriman Shabu 1 Kg Melalui Ekspedisi

Hukum  JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 18:20:00 WIB

BNNP Babel Ungkap Pengiriman Shabu 1 Kg Melalui Ekspedisi

FOTO : Fakih/RMOL Babel

RMOLBabel. Badan Narkotika Nasional  (BNN) Provinsi Babel dan BNN Kota Pangkalpinang berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga akan mengambil dan mengantarkan paket narkotika jenis shabu melalui salah satu jasa pengiriman/ekspedisi di Kota Pangkalpinang.
Kepala BNN Babel, Brigjend Pol Nanang Hadiyanto didampingi Kabid Pemberantasan, AKBP Nur Iswanto dalam konferensi pers di Kantor BNN Babel, Jumat (19/10) mengatakan, kedua tersangka yang ditangkap di dua lokasi berbeda diduga masih merupakan satu jaringan.

"Kemungkinan satu jaringan tapi penerimanya berbeda. Paketnya sama, mereka menggunakan jasa ekspedisi dengan dimasukan ke dalam kotak suau yang berisi 5 paket narkotika jenis shabu masing-masing seberat 100 gram," jelas Nanang.

Tersangka berinisial "RF" diamankan petugas BNN di Jalan Natuna Kecamatan Gabek saat hendak mengambil paket shabu sebanyak 5 paket seberat 500 gram yang dibungkus kemasan aluminium di dalam kotak susu kemasan 800 gram.

Paket itu disusun bersama dengan sembako dan perlengkapan mandi lainnya di dalam satu buah kardus.

Sedangkan tersangka berinsial "S" juga berhasil diamankan oleh BNN sesaat setelah mengambil paket barang haram tersebut di seputaran Jalan Alexander 1 Kota Pangkalpinang dari ekspedisi, dan hendak mengantarkannya kembali kepada pemesan.

Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan 5 bungkus narkotika jenis shabu seberat 500 gram yang dibungkus rapi dalam kemasan alumunium di dalam kotak susu kemasan 800 gram dalam paket sembako dan perlengkapan mandi yang dibawa tersangka.

Nanang menjelaskan, tersangka "S" merupakan pemain lama (residivis) dan baru dua bulan yang lalu selesai menjalini "pesakitan" di Lapas Narkotika Pangkalpinang.

Atas pengungkapan 2 kasus ini, Nanang menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya apabila ada orang yang belum dikenal menawarkan jasa pembambilan dan pengantararan barang tertentu dengan besaran upah di luar batas kewajaran, karena dikhawatirkan barang tersebut berisikan narkotika.

Atas perbuatannya, kedua tersangka (RF dan S) diancam dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman terberat yakni hukuman mati. [Hun]

Komentar Pembaca
RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15