Wisata Bunker Jepang Di Hutan Mangrove Kurau

Pariwisata  JUM'AT, 28 SEPTEMBER 2018 , 20:52:00 WIB

Wisata Bunker Jepang Di Hutan Mangrove Kurau

Foto/IST

RMOLBabel. Satu lagi destinasi wisata baru di Kabupaten Bangka Tengah kini mulai menggeliat, yakni Ekowisata Hutan Mangrove Kurau di pinggiran Sungai Kurau Bangka Tengah. Lokasi ini sempat dikunjungi Gubernur Babel Erzaldi Rosman pada Kamis (27/9) setelah meninjau pembangunan TPI Higienis Kurau.
Menurut tokoh pemuda dan pengelola kawasan tersebut, Rojali (38)  ide membuka objek wisata ini berasal dari kades dan para pemuda setempat. Mereka juga ingin masyarakat mencintai sekaligus terlibat dalam upaya melestarikan kelestarian alam, khususnya hutan mangrove yang ada.

Karena ide ini berasal dari masyarakat sendiri, maka masyarakat dan pemerintah desa melakukan gotong royong secara bertahap untuk membangun kawasan wisata ini,” papar Rojali dikutib Humas.babelprov.go.id.

Ke depan Rojali berharap agar lokasi wisata ini mendapat suport dari pemerintah daerah. Kami berharap dengan adanya suport dari masyarakat maka objek wisata Hutan Mangrove Kurau Timur ini akan maju dan berkembang pesat atau dikenal luas oleh masyarakat hingga ke luar negeri atau mendunia,” harap Rojali.

Lebih jauh Rojali menjelaskan, luas kawasan wisata mangrove ini sekitar 144 hektar dengan jenis tumbuhan yang ada seperti bakau, perpat, dan nipah. Sedangkan jenis satwa atau hewan yang ada antara lain monyet ekor panjang dan monyet biasa, mentilin serta berbagai jenis burung. Sedangkan di sungai, terdapat beragam jenis ikan dan satwa sungai lainnya.

Ada lagi objek menarik di lokasi wisata ini yakni bangunan bunker peninggalan tentara Jepang saat Perang Dunia II berlangsung. Bunker tersebut  luasnya sekitar 16 m2 yang terbuat dari semen tebal dan diduga dilapisi besi tebal di dalamnya. Bunker serupa juga terdapat muara sungai dan di perkampungan yang tak jauh dari lokasi wisata ini.

Sementara Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Babel, Marwan menyatakan pihaknya sangat mendukung adanya upaya menjaga kelestarian hutan mangrove melalui gerakan masyarakat yang menjadikan kawasan itu menjadi lokasi wisata hutan mangrove. Sehingga pengawasan pun dapat dilakukan lebih mudah karena selalu dijaga oleh masyarakat dan pihak pengeloa,” ujar Marwan. [ana]

Komentar Pembaca
Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017