Nomor Urut 1 Jokowi-Ma'ruf Untungkan PKB

Politik  SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 18:56:00 WIB

Nomor Urut 1 Jokowi-Ma'ruf Untungkan PKB

Ilustrasi/net

RMOLBabel. Pemilihan umum tahun 2019 menjadi kompleksitas tersendiri dalam sejarah Indonesia. Pemilih harus mencoblos 5 kertas suara sekaligus.
Ini menjadi situasi yang rumit. Namun sejumlah partai politik akan diuntungkan dari dampak elektoral coat tail effect (efek ekor jas), di antaranya PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).  

"Nomor urut Pilpres membawa untung bagi PKB, sementara PDIP hanya diuntungkan dari pencapresan Jokowi,” kata pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Mochtar W Oetomo seperti dilansir Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu (22/9).

Tentu, dengan asumsi kompleksitas Pemilu 2019 yang menjadi persepsi publik cenderung akan lebih didominasi wacana Pilpres dibanding wacana Pileg.

Mochtar menyebut, PDIP akan mendapatkan dampak elektoral coat tail effect karena selama ini Jokowi diasosiasikan sebagai PDIP alias Jokowi effect. Sementara PKB diuntungkan dari aspek number effect, karena Jokowi-Ma’ruf nomer urut 1 yang identik dengan nomer urut PKB, yakni 1.

"Tidak hanya itu, keberadaan Ma’ruf Amin sebagai Cawapres menambah keuntungan PKB, karena (PKB-Ma’ruf Amin) memiliki asosiasi yang relatif identik, yakni NU,” terangnya.

Karena itu Mochtar menilai sangat wajar jika proses koalisi dan penetapan Capres-Cawapres beberapa waktu lalu penuh drama tarik ulur hingga detik terakhir. Karena semua Parpol koalisi ingin mendapatkan coat tail effect

Dengan gambaran di atas maka Pemilu 2019 akan menjadi Pemilu yang penuh tantangan bagi parpol-parpol lain di luar PKB dan PDIP.

Sementara bagi Parpol yang tidak mendapat coat tail effect, menurut Mochtar, Parpol harus benar-benar merumuskan strategi pemenangan dengan cermat dan matang. Ini mengingat kompleksitas Pemilu 2019 yang akan dihadapi pemilih.

"Parpol harus menemukan model dan pendekatan baru ke pemilih jika ingin bertahan di parlemen, sebab tingginya syarat parlimentary threshold (PT) yakni 4 persen,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pemilu 2019 akan menjadi pengalaman pertama sekaligus rumit bagi pemilih dimana mereka harus menghafal 5 jenis dan warna kertas suara, mulai Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD I dan DPRD II.

Lebih dari itu pemilih akan menghadapi ‘pekerjaan rumah’ nomer urut partai politik yang jumlahnya 16 dengan deretan daftar nama dan nomer urut caleg DPD dan DPR RI, DPRD I dan DPRD II yang jumlahnya mencapai ratusan. [jto]  

Komentar Pembaca