Pilihan Boleh Beda, Tapi Kita Tetap Bersaudara!

Daerah  MINGGU, 09 SEPTEMBER 2018 , 18:20:00 WIB

Pilihan Boleh Beda, Tapi Kita Tetap Bersaudara<i>!</i>
RMOLBabel. Pemilihan umum (Pemilu) dan sistem demokrasi yang dianut di negara RI saat ini tidak terlepas dari potensi-potensi konflik. Masyarakat yang secara alamiah terfragmentasi dalam perbedaan suku, agama, ras, dan golongan, akhirnya juga harus terfragmentasi pada afiliasi politiknya.
Perbedaan pada satu persoalan saja terkadang sebagian masyarakat terkesan tidak mampu dalam mengelolanya, maka hal itu rentan akan menimbulkan masalah, oleh karenanya pula perbedaan-perbedaan yang alamiah dan perbedaan yang lahir dari pilihan politik akan juga memberi kontribusi potensi konflik yang lebih luas.

Pemilu Presiden (Pilpres) pada tahun 2019 mendatang akhir-akhir tahun ini justru disikapi beragam aksi oleh masyarakat di sejumlah daerah tertentu, bahkan sekelompok massa di Bangka Belitung (Babel) justru menyikapi melalui giat aksi demo damai dengan maksud agar Pemilu (Pilpres 2019) mendatang dapat dijalankan oleh semua kalangan masyarakat dengan menjaga kedamaian-keamanan dan legitimasi pemilu yang kuat.

Lewat keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita RMOBabel, sekelompok massa berjumlah 100 orang lebih itu mengatasnamakan Komunitas Masyarakat Cinta Pemilu Damai 2019 menggelar aksi demo damai, Minggu (9/9) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Aksi massa yang dikoordinir oleh Ryan Augusta Prakasa tersebut membawa dua buah spanduk masing-masing bertuliskan 'Bersama Kita Ciptakan Babel Yang Kondusif Di Pemilu 2019 dan 2019 Pemilu Damai. "Pilihan kita boleh beda tapi kita tetap saudara! Dan mari kita jaga Pemilu 2019 di Babel ini aman dan kondusif," teriak saat berorasi di persimpangan ruas jalan Sudirman - ATM Kota Pangkalpinang.

Begitu pula seorang perwakilan massa lainnya, Gustari dalam orasinya mengatakan jika Pemilu itu sesungguhnya sudah diatur dalam undang-undang yang telah ditetapkan, oleh karena itu mengajak seluruh masyarakat di Babel bijaksana dalam menyikapi persoalan politik di negara Indonesia dan bukan sebaliknya saling merasa paling benar dalam pilihan.

"Tak perlu kita saling mencaci-maki atau saling memfitnah dalam kepentingan politik tertentu. Sebab cara-cara seperti itu akan memecah belahkan kerukunan dan persatuan antar kalangan masyarakat sendiri," ucap pendiri Forum Kerukunan Rukun Tetangga (FKRT) Babel dalam orasinya.

Massa selain berorasi juga sempat menyanyikan lagu Indonesia Raya & Padamu Negeri sambil berjalan santai menyusuri ruas jalan kawasan Taman Sari & Alun-Alun Taman Merdeka (ATM).

Aksi demo saat itu selain mengundang perhatian masyarakat atau warga yang kebetulan sempat menyaksikanya juga menyedot perhatian pula para pengguna jalan yang melintasi kawasan ruas jalan setempat. Meski begitu aksi demo itu pun berakhir dengan tertib dan diawasi ketat oleh pihak kepolisian setempat. [ana]

Komentar Pembaca
Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 21:00:00

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00