Vitamin Yang Bisa Menghilangkan Lemak Perut

Lifestyle  SABTU, 11 AGUSTUS 2018 , 22:34:00 WIB

Vitamin Yang Bisa Menghilangkan Lemak Perut

Ilustrasi/Net

RMOLBabel. Anda mungkin berpikir vitamin D sangat penting untuk tulang yang kuat dan melindungi dari kanker atau diabetes, nutrisi ini juga memiliki beberapa manfaat lainnya lagi.
Dijuluki vitamin sinar matahari (tubuh Anda hanya bisa memproduksi ketika sinar matahari menyentuh kulit Anda), vitamin D mungkin menjadi kunci untuk menjaga perut Anda tetap langsing. Kok bisa?

Menurut presentasi di pertemuan European Society of Endocrinology di Barcelona, orang-orang dengan tingkat rendah vitamin D cenderung memiliki lebih banyak lemak perut.

Para peneliti meneliti sekitar 7.000 orang dalam studi Epidemiologi Obesitas Belanda untuk mendapatkan hasil temuan mereka.

Tim peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan tingkat lemak perut tertinggi memiliki tingkat terendah vitamin D.

"Meskipun kami tidak mengukur kekurangan vitamin D dalam penelitian kami, hubungan yang kuat antara peningkatan jumlah lemak perut dan kadar vitamin D yang lebih rendah menunjukkan bahwa individu dengan lingkar pinggang yang lebih besar memiliki risiko lebih besar mengalami defisiensi, dan harus mempertimbangkan untuk memeriksakan kadar vitamin D mereka," kata peneliti utama, Rachida Rafiq dari VU University Medical Center di Amsterdam, seperti dilansir laman MSN, Kamis (9/8).

Sementara studi hanya menunjukkan hubungan antara lemak tubuh dan D, para ahli berspekulasi bahwa kadar vitamin D yang rendah mungkin terkait dengan kenaikan berat badan.

Medical News Today melaporkan bahwa meningkatkan asupan vitamin D bisa membantu menghilangkan lemak perut.

Pada individu dengan diabetes tipe 2, kadar vitamin D yang tidak mencukupi bisa memperburuk keadaan dengan mengganggu insulin dan toleransi gula darah.

Menambahkan lebih banyak vitamin D ke dalam diet Anda melalui suplemen atau makanan yang diperkaya seperti susu dan sereal sarapan bisa melindungi terhadap sejumlah kondisi.

"Hubungan antara obesitas dan kekurangan vitamin D berkembang, tetapi karena sifat penelitian ini, tim peneliti tidak bisa menarik kesimpulan tentang arah atau penyebab hubungan antara tingkat obesitas dan vitamin D," pungkas Rafiq. [fny/jpnn]

Komentar Pembaca
Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 21:00:00

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00