Pengurangan Pasokan 3 Kg Terbantahkan, Kepala Disnakerindag Dibohongi Agen?

Ekbis  KAMIS, 09 AGUSTUS 2018 , 15:24:00 WIB

Pengurangan Pasokan 3 Kg Terbantahkan, Kepala Disnakerindag Dibohongi Agen<i>?</i>

RMOLBabel

RMOLBabel. Pengurangan pasokan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Bangka yang disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Perdagangan (Disnakerindag), Thony Marza berdasarkan keterangan dua agen besar CV Silvia dan CV Eka Jaya Nugraha terbantahkan.
Entah itu keterangan bohong atau tidak, tapi pernyataan resmi yang dikeluarkan Pertamina wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menerangkan penyaluran LPG 3 kg di Bangka sesuai dengan kuota yang diberikan. Baik di Bangka maupun alokasi kuota LPG 3 Kg kabupaten dan kota lainnya di Bangka Belitung (Babel).

Mendengar berita tersebut, Thony Marza dikonfirmasi hanya mengarahkan agar perihal ini langsung ditanyakan ke pihak agen yang bersangkutan. "Cuba tanya langsung dengan agennya," ujarnya singkat.

Namun Thony menegaskan, atas kelangkaan ini sudah ditindaklanjuti pihaknya dan dilaporkan ke Dinas Perindustrian Perdagangan (Babel). "Kondisi ini sudah saya sampaikan ke provinsi untuk ditindaklanjuti ke Pertamina," jelasnya.

Terpisah informasi yang dihimpun oleh salah satu Pangkalan gas LPG 3 Kg di lingkungan Limbang Jaya, Kelurahan Surya Timur mengaku terjadi pengurangan kuota yang didistribusikan agen ke pangkalan miliknya. "Biasanya dalam 1 minggu 2 truk dikirim ke pangkalan ini. Tapi sejak minggu kemarin, cuma 1 truck dengan jumlah 50 tabung gas didistribusikan ke pangkalan ini oleh agen kita," ungkapnya.

Sementara di masyarakat, khususnya Sungailiat dan sekitarnya terus mengeluh lantaran kesulitan mendapatkan gas LPG 3Kg baik di tingkat agen maupun di pangkalan. Seperti diutarakan oleh Jahar, warga Senang Hati Sungailiat yang ‎mengaku seharian ini mengelilingi Sungailiat untuk membeli gas melon ini.

Bahkan Jahar terpaksa mengeluarkan uang sebesar Rp30.000 demi mendapatkan gas 3 Kg untuk keperluan dapurnya. "Ketemu di Desa Sempan, itu juga dijual Rp30.000. Gila nggak tuh, masyarakat kayak kami ini makin dibuat susah," katanya.

Hal senada dikatakan Arif warga lingkungan Limbang Jaya yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan gas melon ini

dipangkalan tempat tinggalnya. "Untuk apa ada pangkalan di kampung ini kalau mau beli gas juga susah. ‎Gara-gara gas nggak ada, terpaksa kami masak dengan kayu api. Hancur!" katanya.

‎Ia pun menduga gas melon ini langka lantaran terjadi permainan di tingkat agen yang mengurangi jumlah kuota ke tingkat pangkalan. "Kalau kuota aman, sisa yang seharusnya didistribusikan itu dikemanain," katanya. Untuk itu, warga meminta pihak terkait menyikapi hal tersebut agar kelangkaan yang terjadi bisa diatasi. [lio]

Komentar Pembaca
Coret Bacaleg! Eks Terpidana Korupsi

Coret Bacaleg! Eks Terpidana Korupsi

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Stop Penyiksaan Hewan di Ancol!

Stop Penyiksaan Hewan di Ancol!

RABU, 01 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Djan Faridz Mundur Dari Ketua Umum PPP

Djan Faridz Mundur Dari Ketua Umum PPP

SELASA, 31 JULI 2018 , 11:00:00

Rizal Ramli Dan Gerakan #2019GantiPresiden

Rizal Ramli Dan Gerakan #2019GantiPresiden

MINGGU, 29 APRIL 2018 , 22:04:00

Ongkos Haji Naik 0,99 Persen

Ongkos Haji Naik 0,99 Persen

KAMIS, 15 MARET 2018 , 18:11:00