Mendagri Sedih Kepala Daerah Kena OTT Lagi

KPK Sita Uang 599 Juta Dari OTT Bupati Lampung Selatan

Hukum  SABTU, 28 JULI 2018 , 08:42:00 WIB

Mendagri Sedih Kepala Daerah Kena OTT Lagi

Foto/Net

RMOLBabel. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku sedih terkait maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang melibatkan kepala daerah.
Tjahjo mengaku, selalu berharap setiap ada OTT kepala daerah akan menjadi OTT terakhir. Namun, kenyataannya justru tidak menemui kata akhir.

"Saya sedih ya, setiap ada OTT saya selalu mengatakan mudah-mudahan ini yang terakhir. Tapi berulang terus," kata  Tjahjo kepada wartawan, Jumat, (27/7).

Kepala daerah, kata Tjahjo, selalu diingatkan agar memahami area rawan korupsi. Pihaknya bersama KPK juga melakukan road show untuk mengantisipasi terjadinya korupsi di daerah. Pencegahan dan pengawasan juga terus dilakukan agar kepala daerah menghindari tindak kejahatan korupsi.

"Sudah kita pahamkan, kami roadshow dengan KPK juga bersama. Pencegahan, tapi toh masih ada. Ya sudah saya kira sistemnya sudah bagus. Pengawasan kan tidak mungkin kita awasi 24 jam. Harusnya kembali ke mentalitas yang bersangkutan," jelas Tjahjo.

Diketahui, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan beserta unsur anggota DPRD, pihak swasta serta pihak lain dicokok KPK dalam OTT, Jumat (27/7). OTT itu terkait proyek insfrastruktur di Dinas PUPR Pemkab Lampung Selatan.

KPK menyita uang sejumlah Rp599 juta terkait dugaan kasus suap proyek insfrastruktur di Dinas PUPR yang menyeret nama Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan uang diamankan di dua tempat, pertama tim KPK mengamankan uang dari Anggota DPRD Provinsi Lampung, Agus Bhakti Nugroho. "Kedua dari tangan ABN yaitu yang anggita DPR tadi tim mengamankan Rp200 juta yang diduga suap terkait fee proyek di dalam tas kain merah dalam pecahan uang Rp100 ribu," ujarnya.

Sementara uang Rp399 juta diamankan oleh tim KPK di rumah Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan, Anjar Asmara. "Dan di rumah AA (Anjar Asmara) tim mengamankan sejumlah Rp400 juta. Saya ulang ini Rp399 juta rupiah dari sebuah lemari dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu," pungkasnya.

Dalam kasus ini Zainudin telah ditetapkan menjadi tersangka bersama dengan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan Anjar Asmara, Anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho dan Swasta CV 9 Naga, Gilang Ramadan.

Adik Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan ini diduga menerima uang suap dari pihak swasta atau pengusaha terkait proyek insfrastruktur di Dinas PUPR Pemkab Lampung Selatan. Suap tersebut diduga untuk mendapatkan izin pengadaan proyek pada Dinas PUPR Lampung Selatan.

Pemberian 'uang pelumas' tersebut kata Basaria, dilakukan melalui orang-orang dekat Bupati seperti Kepala Dinas dan anggota DPRD yang bertindak sebagai pengumpul dana. Diduga komitmen fee awal sekitar 10 sampai 17 persen dengan nilai proyek sebesar Rp2,8 miliar.

Atas perbuatannya, sebagai pihak pemberi Gilang Ramadhan disangka melanggara Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atas Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara sebagai pihak penerima Zainudin, Anjar dan Agus disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atas Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. [nes]

Komentar Pembaca
Coret Bacaleg! Eks Terpidana Korupsi

Coret Bacaleg! Eks Terpidana Korupsi

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Stop Penyiksaan Hewan di Ancol!

Stop Penyiksaan Hewan di Ancol!

RABU, 01 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Djan Faridz Mundur Dari Ketua Umum PPP

Djan Faridz Mundur Dari Ketua Umum PPP

SELASA, 31 JULI 2018 , 11:00:00

Rizal Ramli Dan Gerakan #2019GantiPresiden

Rizal Ramli Dan Gerakan #2019GantiPresiden

MINGGU, 29 APRIL 2018 , 22:04:00

Ongkos Haji Naik 0,99 Persen

Ongkos Haji Naik 0,99 Persen

KAMIS, 15 MARET 2018 , 18:11:00