Pasutri Sindikat Narkoba Bawa Sabu Di Dalam Sandal

Sempat Lolos dari Pengamanan Bandara Soeta

Hukum  RABU, 25 JULI 2018 , 21:05:00 WIB

Pasutri Sindikat Narkoba Bawa Sabu Di Dalam Sandal

Foto/RMOLBabel

RMOLBabel. Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bekerjasama dengan petugas Bea Cukai Pangkalpinang dan petugas Avsec (Aviation Security) Bandara Depati Amir berhasil mengamankan pasangan suami istri yang diduga merupakan sindikat narkoba.
Pasutri itu berinisial M (46) dan Ly (34) diketahui membawa narkoba jenis sabu seberat 400 gram di dalam sandal wanita milik Ly. Namun usaha tersebut menimbulkan gerak-gerik mencurigakan hingga langkah kaki pasutri yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta berpergian dihentikan petugas di Bandara Depati Amir.

Kabid Berantas BNN Babel AKBP Nur Wisnanto mengakui bahwa modus seperti itu memang sulit diketahui dan dideteksi saat melewati pintu metal detector, sebab metal detector hanya mampu mendeteksi keberadaan benda metal atau logam disekitar area pendeteksian.

Kendati berbagai macam modus operandi dilakukan seorang pelaku kejahatan untuk lolos dari pemeriksaan di bandara kata Nur, tetap saja dapat diketahui dari gerak-geriknya yang mencurigakan.

Ia melanjutkan, barang bukti sabu seberat 400 gram yang diamankan tersebut dibungkus dalam sandal wanita warna merah, yang awalnya saat berada di bandara Soekarno-Hatta dipakai oleh LY kemudian dilepas

dan diganti dengan memakai sepatu wanita, kemudian sandal tersebut dimasukkan ke dalam tas ransel warna abu-abu yang dibawa oleh M ke Pangkalpinang. "Setelah dicurigai ada sandal dalam tas saudara M, begitu dibuka sandal yang warna merah itu ditemukan adanya 5 paket besar (sabu), total seluruhnya sekitar 400 gram," jelasnya pada Press Confrence, Rabu (25/7).

Untuk tersangka Ly ternyata sebelumnya juga pernah berhasil meloloskan sabu seberat 300 gram melewati ketatnya pemeriksaan di bandara dengan modus yang serupa. "Ini yang kedua, pertama 300 gram dia lolos, yang kedua ini 400 gram dan sudah diketahui," ungkapnya.

M dan Ly ditangkap pada 13 Juli 2018 sekira pukul 23.00 wib di Bandara Depati Amir Pangkalpinang dari hasil laporan masyarakat. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 116 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan maksimal hukuman mati. [hun]

Komentar Pembaca
RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15