Akui Kesalahan, Paman Cabul Minta "Pengampunan Dosa"

Hukum  KAMIS, 12 JULI 2018 , 10:05:00 WIB

Akui Kesalahan, Paman Cabul Minta

Foto/Net

RMOLBabel. JW (33), seorang paman yang tega melakukan tindakan asusila terhadap keponakannya sendiri berharap lepas dari jeratan hukum, lewat "pengampunan dosa" dari adik iparnya yang rela mencabut laporan kasus di pihak kepolisian.
Saat ditemui di ruang tahanan Polsek Namang, khilaf diakui warga Desa Belilik Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) itu dengan tidak sadar sudah mencabuli keponakannya sendiri yang masih berusia lima tahun di kolong kebun milik keluarganya, ketika melihat korban mandi tanpa busana bersama dengan keponakannya yang lain.

"Saya khilaf, saya tidak sadar dan diluar kendali. Saat itu kami bertiga mandi bersama. Awalnya saya mandiin keponakan saya yang cowok, setelah selesai kemudian saya mandiin korban, nah pas disitu baru timbul nafsu," ungkapnya, kemarin (11/7).

Ia juga mengatakan, tak ada niat untuk melakukan pelecehan seksual kepada anak dari adik perempuannya tersebut. JW mengaku hanya menggesekan kemaluannya ke kemaluan bocah tersebut dan baru sadar saat gadis yang baru masuk taman kanak-kanak (TK) tersebut berontak minta pulang.

"Saya ngelakuinnya di air, mungkin tidak sampai 10 menit. Pas (korban) saya terlentangkan, dia berontak minta pulang, baru saya sadar. Tapi tidak saya masukan, bisa cek dan visum. Tidak saya apa-apakan," terangnya.

Ia juga langsung menceritakan kelakuannya tersebut kepada adiknya yang merupakan ibu korban dan meminta maaf pada malam harinya setelah kejadian. "Saya sudah cerita dan langsung minta maaf, dia juga sudah memaafkan. Saya mengaku salah dan khilaf, saya juga tidak tahu mengapa bisa seperti itu," sesalnya.

Sementara Umi Kalsum, ibu korban tak menyangka kejadian tidak mengenakan itu menimpa anak semata wayangnya. Apalagi pelecehan seksual ini oleh abang kandungnya sendiri, JW.

Dikatakan Um, JW memang sangat dekat dengan korban yang masih berusia lima tahunan tersebut karena tinggal serumah dan bercanda bersama. "Saya dan keluaraga lainnya tidak menyangka kalau dia (pelaku) ngelakuin itu kepada anak saya. Dia emang sangat akrab dengan anak saya dan keponakan yang lain," ungkap Umi.

Umi sendiri belum tahu akan meneruskan kasus tersebut atau tidak mengingat pelaku merupakan paman korban dan juga abang kandungnya. "Saya masih menunggu keputusan dari suami, saat ini dia sedang kerja di Pangkal. Apakah dicabut atau diteruskannya. Anak saya juga alhamdulillah tidak syok atau trauma," ungkapnya. [Mg10]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00