Mahasiswa Babel Terbangkan Karton Bertuliskan #2019GantiPresiden

Gelar Aksi Sambut Presiden Jokowi

Daerah  SELASA, 24 APRIL 2018 , 23:01:00 WIB

Mahasiswa Babel Terbangkan Karton Bertuliskan #2019GantiPresiden

Balon yang akan diterbangkan mahasiswa

RMOL. Aksi damai yang direncanakan untuk menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo oleh puluhan mahasiswa aliansi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bangka Belitung (Babel), Selasa (24/4) ditutup dengan menerbangkan karton bertuliskan #2019GantiPresiden dengan balon.
Meski kunjungan kerja Presiden tersebut batal, massa mahasiswa tetap menyuarakan kekecewaan terhadap pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang akan mengakhiri masa jabatannya. Aksi mahasiswa yang mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian itu berlangsung di titik 0 Km Pangkalpinang atau depan Gereja GPIB Maranatha Pangkalpinang.

Diawali dengan orasi dan membentangkan spanduk mengkritisi pemerintahan, mahasiswa menegaskan bahwa sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan yang ikut serta mengawal laju perjalanan bangsa (agent of change, social control dan source of solution) tetap bersuara.

Aspirasi yang disampaikan ini, kata Ketua IMM Babel Ari Juliansyah, dengan tujuan untuk mengkritisi kebijakan presiden Joko Widodo yang dianggap salah dan membahayakan masa depan bangsa jangka panjang serta berkelanjutan.

"Hampir 4 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, yang setiap tahun diadakan aksi untuk mengawal kebijakan kebijakan Pemerintah, sebuah bentuk kontrol sosial dari Mahasiswa Indonesia. Dan sampai hari ini mahasiswa masih mempertahankan idealismenya, tetap konsisten menjadi mitra kritis pemerintah sampai detik ini

Ia pun menegaskan, bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Apalagi dengan kebijakan-kebijakan pemerintah melihat dari kejadian banyaknya tenaga kerja asing (TKA) yang dinasionalisasikan menjadi tenaga kerja negeri. "Ini yang menjadi pertanyaannya, apakah di Indonesia tidak lagi mempunyai orang-orang kompeten dalam pekerjaan? Sedangkan, pengangguran di Indonesia kian menjamur, Indonesia malah menasionalisasikan TKA! Jadi, Berhentilah. Berdayakan tenaga kerja dalam negeri," tukasnya.

Disisi lain, lanjut Ari, disaat petani di Indonesia kebingungan akan dijual kemana hasil panen padi mereka, Indonesia Impor beras. Selanjutnya, tidak jarang suara-suara mahasiswa yang menyampaikan kritik, aspirasi sebagai bentuk kepedulian dan bentuk kontribusi secara intelektualitas, tidak jarang suara mahasiswa dibungkam.

"Maka, berhentilah untuk membungkam suara mahasiswa. Yang keempat, kami tolong hentikan utang negara yang sekarang mencapai ribuan triliun pak Jokowi.
Kami hari ini kecewa Presiden Jokowi tidak datang ke Babel. Kami akan tetap konsisten menjadi mitra kritis pemerintah. Kami siap walaupun akan dikriminalisasi, itu pun kalau bisa, karena kami menyampaikan aspirasi secara konstitusional, tidak ada kekhawatiran kami pada hal itu. Kekhawatiran kami adalah ketika Indonesia dalam keadaan yang seperti sekarang, seperti benang kusut yang rumit," imbuhnya.

Tuntutan IMM dan KAMMI Babel dalam menyoroti akar problematika kebangsaan kekinian secara universal :

1. Berdayakan tenaga kerja dalam negeri secara maksimal dam mengevaluasi masuknya tenaga asing dengan jumlah yang tidak sedikit.

2. Berhenti menambah hutang negara agar kedaulatan Bangsa benar-benar terwujud.

3. Jadikan setiap kritikan sebagai proses pembangunan menuju indonesia berkemajuan, tanpa membungkam nalar kritis mahasiswa dan masyarakat secara umum sebagai bagian dari demokrasi. [ana]



Komentar Pembaca